Lahan Tebu yang Jadi Titik Awal Kebakaran PT SPS Dipasangi Garis Polisi

MOJOKERTO (Awalan.id) – Lahan tebu milik warga yang diduga menjadi titik awal kebakaran hingga merembet ke kawasan PT Sun Paper Source (SPS) di Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, kini dipasangi garis polisi.
Pemasangan garis polisi tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan aparat untuk mengungkap penyebab kebakaran yang sempat menjalar ke lingkungan perusahaan.
Manajemen PT SPS menegaskan, lahan tebu yang diduga menjadi titik awal munculnya api tersebut bukan merupakan aset perusahaan. Pihak perusahaan juga menyatakan mendukung penuh proses pemeriksaan dan investigasi yang dilakukan aparat berwenang.
HR Manager PT Sun Paper Source, Josephine Ayu mengatakan, sejak kebakaran terjadi, perusahaan berfokus pada penanganan darurat dengan mengutamakan keselamatan pekerja sekaligus mendukung proses investigasi secara transparan.
“Perlu kami sampaikan kepada publik bahwa lahan tebu yang menjadi titik awal munculnya api tersebut sepenuhnya merupakan lahan milik warga,” ungkapnya dalam keterangan resminya, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, lahan tebu tersebut sama sekali bukan bagian dari aset PT SPS. Saat ini, lokasi telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Pihak perusahaan, lanjutnya, berkomitmen menghormati dan menaati seluruh prosedur pemeriksaan maupun investigasi yang dilakukan bersama aparat berwenang.

Di sisi lain, proses penanganan kebakaran masih berlanjut. Tim gabungan melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. Berdasarkan penelusuran di lapangan, Josephine menyebut api berasal dari luar area perusahaan, tepatnya dari lahan tebu milik warga.
“Tepatnya dari lahan tebu milik warga. Kobaran api kemudian menjalar ke lingkungan pabrik akibat hembusan angin yang cukup kencang. Kobaran api kemudian merembet ke lingkungan pabrik akibat hembusan angin yang cukup kencang. Meski sempat berdampak pada area perusahaan, kami memastikan insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Keselamatan seluruh karyawan maupun masyarakat di sekitar kawasan pabrik menjadi prioritas utama perusahaan selama proses penanganan berlangsung. Sementara itu, terkait dampak kerugian material, PT SPS masih melakukan pendataan dan penghitungan secara menyeluruh.
Berbagai langkah mitigasi juga terus dilakukan untuk mencegah munculnya dampak lanjutan. Meski kebakaran sempat merembet ke kawasan perusahaan, manajemen memastikan aktivitas operasional PT SPS tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan berarti. Manajemen memastikan bahwa kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan normal seperti sedia kala.
“Atas nama manajemen, kami juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh petugas Pemadam Kebakaran (PMK), para relawan, aparat kepolisian, serta seluruh pihak yang tidak kenal lelah bahu-membahu membantu proses pemadaman hingga situasi benar-benar terkendali,” pungkasnya. [Mia/Red]
Berita Terkait






