Sulap Limbah Jadi Karya, Warga Sooko Mojokerto Buat Gapura HUT RI dari Ratusan Botol Bekas

MOJOKERTO (Awalan.id) – Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, warga RT 3 RW 1 memilih cara kreatif dengan memanfaatkan limbah botol bekas air mineral menjadi gapura merah putih.
Adalah Niki Mas Aden (31), warga setempat yang kembali berkreasi membuat gapura dari barang bekas. Baginya, membuat dekorasi kemerdekaan dari limbah bukan sekadar mempercantik lingkungan, namun juga bentuk kepedulian terhadap permasalahan sampah.
Ratusan botol bekas air mineral ukuran 600 mililiter dikumpulkan Niki sebelum akhirnya disusun menjadi gapura yang menjadi penanda masuk gang rumahnya. Botol-botol tersebut dicat merah, sementara bagian putih tetap memanfaatkan warna asli botol.
“Karena bahan yang ada botol bekas air mineral, jadi tahun ini kembali memakai botol. Selain mudah didapat, bentuknya juga mudah disusun menjadi gapura yang sederhana,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Dalam proses pembuatannya, Niki tidak bekerja sendiri. Ia dibantu lima pemuda sekitar yang ikut merangkai dan memasang ornamen gapura. Pengerjaan dilakukan secara bertahap saat memiliki waktu luang sebelum memasuki bulan Agustus. Dengan biaya yang relatif minim, Niki mampu menghasilkan gapura bernuansa merah putih.
Ia hanya mengeluarkan uang sekitar Rp100 ribu untuk membeli lampu sepanjang 30 meter yang dipasang zig-zag menuju rumahnya. Sedangkan cat merah dibeli seharga Rp5 ribu dan dicampur bensin agar lebih tahan lama serta tidak membutuhkan banyak cat. Karena untuk warna putih, ia membiarkan warna botol tanpa sentuhan pewarnaan.

“Untuk warna putih tidak perlu dicat karena sudah dari warna botol bekas. Jadi bisa menghemat biaya. Gapura ini membutuhkan sekitar 200 hingga 300 botol bekas air mineral. Selain botol, kami juga memanfaatkan gelas plastik bekas sebagai hiasan tambahan yang dipasang di sepanjang gang,” katanya.
Memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan lebar sisi kiri dan kanan sekitar 50 sentimeter, gapura tersebut semakin menarik dengan tambahan gambar pahlawan nasional, termasuk Presiden pertama Republik Indonesia dan wakilnya. Di bagian tengah atas gapura juga terdapat gambar burung Garuda sebagai simbol negara.
Tidak hanya gapura, suasana kemerdekaan di gang tersebut juga dilengkapi dengan ornamen panjat pinang untuk menambah semarak perayaan HUT RI. Gapura hasil kreativitas warga itu telah terpasang sejak Minggu (26/7/2026). Meski tidak ada perlombaan antarwilayah, kegiatan tersebut tetap rutin dilakukan sebagai tradisi warga sejak beberapa tahun terakhir.
“Setiap tahun, ia selalu mencoba menggunakan bahan berbeda. Mulai tahun 2016 memanfaatkan spon, tahun 2017 pakai banner bekas, 2018 botol bekas air mineral, tahun 2019 batok kelapa, tahun 2020 banner bekas, tahun 2021 plastik, tahun 2022 pakai botol, 2023 pakai ban sepeda angin bekas, tahun 2024 memakai banner bekas Pilkada, tahun 2025 limbah tekstil dan tahun 2026 kembali memanfaatkan limbah botol bekas,” jelasnya.
Kebiasaan tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap banyaknya sampah di lingkungan sekitar. Limbah yang sebelumnya tidak bernilai kemudian diubah menjadi karya yang memperindah kampung.
Kreativitas Niki pun mendapat respons positif dari warga. Bahkan, beberapa gang lain di sekitar lokasi turut terinspirasi untuk membuat gapura dengan memanfaatkan bahan bekas menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. [Mia/Red]
Berita Terkait






