Polsek Ngoro Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Salurkan Tiga Tangki Air Bersih

MOJOKERTO (Awalan.id) – Kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan ditunjukkan jajaran Polsek Ngoro dengan menyalurkan tiga tangki air bersih ke Dusun Kandangan Tlogo, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jumat (31/7/2026) kemarin.
Kapolsek Ngoro, Kompol Heru Purwandi mengatakan, penyaluran air bersih dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari warga melalui Bhabinkamtibmas Desa Kunjorowesi, Aipda Suyadi, mengenai kesulitan memperoleh air bersih.
“Kami mendapat informasi dari Bhabinkamtibmas bahwa warga mengalami kekurangan air bersih. Karena itu kami berinisiatif membantu dengan menyalurkan air bersih agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, bantuan yang disalurkan kali ini sebanyak tiga tangki, sementara dua tangki tambahan akan didistribusikan pada pekan depan. Lokasi penyaluran akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, baik ke Desa Manduro Manggung Gajah maupun kembali ke Desa Kunjorowesi.
“Rencananya total lima tangki. Dua tangki berikutnya akan kami salurkan minggu depan. Kami akan melihat daerah mana yang paling membutuhkan. Jika distribusi dari BPBD sudah mencukupi, kami cukup melakukan pemantauan,” katanya.
Kapolsek menegaskan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi dampak musim kemarau yang menyebabkan krisis air bersih.

“Setiap Jumat kami memang rutin melaksanakan kegiatan Jumat Berkah dengan memberikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu. Kali ini kebutuhannya adalah air bersih, sehingga kami hadir untuk membantu. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat dan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” harapnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, krisis air bersih saat ini berdampak pada 2.776 kepala keluarga atau 6.703 jiwa di tiga desa. Desa Kunjorowesi menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, yakni 1.499 KK atau 3.053 jiwa.
Selain itu, sebanyak 774 KK atau 2.086 jiwa di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, serta 503 KK atau 1.564 jiwa di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, juga mengalami kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Mojokerto telah mengoperasikan distribusi air bersih sejak 22 Juli hingga 5 September 2026.
Di Kecamatan Ngoro, distribusi dilakukan menggunakan empat tangki untuk Desa Kunjorowesi dan satu tangki untuk Desa Manduro Manggung Gajah. Sementara di Kecamatan Trawas, dua tangki air disalurkan setiap hari ke Desa Duyung.
Kehadiran Polsek Ngoro melalui bantuan tambahan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya penanganan krisis air bersih sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan tetap terpenuhi selama musim kemarau. [Mia/Red]






