Header Menu Detik Style

BULOG Catat Stok Nasional 5 Juta Ton, Ketersediaan Beras BULOG Cabang Mojokerto Dipastikan Aman

Caption : Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin (hem biru).

MOJOKERTO (Awalan.id) – Perum BULOG kembali menorehkan capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Pertama kalinya sepanjang sejarah, stok beras yang dikelola BULOG berhasil menembus angka 5 juta ton menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, ketersediaan beras di wilayah Mojokerto dipastikan dalam kondisi aman dan terkendali. Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto mencatat stok beras saat ini mencapai sekitar 72.000 ton, jumlah yang diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tahun depan.

Pimpinan Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin mengatakan, capaian tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak dalam menjaga ketahanan pangan di daerah. “Stok yang tersedia saat ini merupakan hasil kerja keras bersama, mulai dari petani, pemerintah daerah, TNI/Polri, hingga seluruh stakeholder pangan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Dengan jumlah mencapai 72 ribu ton, pihaknya memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman dan stabil. Kondisi ini sejalan dengan capaian nasional yang dibukukan Perum BULOG. Secara nasional, stok beras yang dikelola BULOG telah mencapai sekitar 5 juta ton, menjadi salah satu indikator kuatnya cadangan pangan pemerintah.

Melimpahnya stok tersebut terlihat nyata di berbagai daerah. Gudang-gudang BULOG saat ini dipenuhi oleh beras hasil produksi petani dalam negeri. Bahkan, gudang swasta yang disewa untuk mendukung kapasitas penyimpanan juga berada dalam kondisi penuh.

Dalam kegiatan meninjau stok beras bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di gudang filial BULOG Karawang, Jawa Barat, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan Stok Cadangan Pangan Pemerintah (CBP) melimpah oleh hasil produksi petani dalam negeri.

“Gudang BULOG saat ini penuh oleh beras hasil produksi petani dalam negeri, bahkan gudang swasta yang disewa juga dalam kondisi serupa. Ini menunjukkan bahwa negara kita benar-benar swasembada pangan, bukan rekayasa dan lain sebagainya,” tambahnya.

Selain menjamin ketersediaan, BULOG juga terus menjaga kualitas beras melalui sistem penyimpanan yang terstandar serta distribusi yang terencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras berkualitas dengan harga yang tetap stabil.

Melimpahnya stok beras, baik di tingkat nasional maupun daerah seperti Mojokerto, menjadi bukti keberhasilan program penyerapan hasil panen petani. Hal ini sekaligus memperkuat fondasi Indonesia dalam mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan.

Dengan capaian stok nasional hingga 5 juta ton serta dukungan stok daerah yang kuat dan cadangan nasional yang melimpah, ketahanan pangan Indonesia dinilai tidak hanya terjaga. Tetapi juga semakin kokoh menghadapi tantangan ke depan. [Mia/Red]

Tags :

Menarik Lainnya