Bantuan Beras 3 Bulan Sekaligus Mulai Disalurkan di Mojokerto, 161.925 Penerima Jadi Sasaran

MOJOKERTO (Awalan.id) – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto. Sebanyak 161.925 Penerima Bantuan Pangan (PBP) menjadi sasaran program untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran perdana bantuan tersebut dilaunching Perum Bulog Cabang Mojokerto bersama Pemerintah Kabupaten Mojokerto di Balai Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet. Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia didampingi jajaran Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Mojokerto.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin mengatakan, program tersebut merupakan penugasan pemerintah pusat kepada Bulog untuk menyalurkan cadangan pangan pemerintah kepada masyarakat. “Program bantuan pangan ini merupakan program pemerintah pusat yang ditugaskan kepada Bulog untuk menyalurkan cadangan pangan pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (17/8/2026).
Bantuan diberikan sebanyak 10 kilogram beras untuk setiap penerima setiap bulan. Karena alokasi dilakukan selama tiga bulan, masing-masing PBP menerima total kg beras. Untuk Kabupaten Mojokerto, jumlah penerima mencapai 161.925 PBP. Sedangkan Kecamatan Pacet tercatat memiliki 9.033 penerima.
Pada penyaluran perdana di Desa Bendunganjati, bantuan diberikan kepada 451 PBP. Total beras yang disiapkan mencapai 13.530 kilogram atau sekitar 13,5 ton. Husin menjelaskan penyaluran tidak dilakukan sekaligus di seluruh wilayah. Bulog bersama pemerintah daerah akan mendistribusikan bantuan secara bertahap ke desa-desa lainnya.
“Penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Mojokerto akan dilakukan secara bertahap ke desa-desa lainnya dan ditargetkan rampung hingga 30 September 2026. Beras yang diberikan kepada masyarakat merupakan cadangan pangan pemerintah yang disimpan di gudang Bulog,” katanya.

Beras tersebut dengan kualitas medium dan dikemas secara khusus dengan label bantuan pangan sesuai ketentuan pemerintah pusat. Adapun penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 sampai 4.
“Harapan pemerintah, melalui bantuan ini kebutuhan pangan pokok masyarakat, khususnya beras, dapat terpenuhi. Selain itu, program ini juga diharapkan membantu menjaga daya beli masyarakat dan turut mengendalikan inflasi,” katanya.
Di sisi lain, Bulog juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan beras dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan, penyaluran bantuan pangan menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi. “Hari ini kita launching pertama penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Juli sampai September di Desa Bendunganjati,” paparnya.
Harapannya bantuan tersebut dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga daya beli. Gus Barra (sapaan akrab, red) menegaskan, seluruh penerima bantuan pangan di Kabupaten Mojokerto ditargetkan telah mendapatkan haknya hingga akhir September 2026.
“Targetnya seluruh penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Mojokerto dapat diselesaikan sampai akhir September,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bendunganjati, Dadang Saifudin menyampaikan bantuan tersebut disambut baik masyarakat. Sebanyak 451 PBP di desanya menerima total 30 kilogram beras untuk kebutuhan tiga bulan. “Kami berharap bantuan ini benar-benar bermanfaat dan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ungkapnya. [Mia/Red]







