14.373 KPM di Kota Mojokerto Terima Bantuan Beras, Penyaluran Ditargetkan Rampung September

MOJOKERTO (Awalan.id) – Sebanyak 14.373 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mojokerto mulai menerima bantuan pangan berupa beras untuk periode alokasi Juli hingga September 2026. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan Perum Bulog Cabang Mojokerto bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.
Kepala Perum Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin mengatakan pihaknya memastikan penyaluran bantuan pangan dilakukan sesuai data penerima yang telah ditetapkan pemerintah. Dari total 14.373 KPM di Kota Mojokerto, sebanyak 3.461 penerima berada di Kecamatan Kranggan.
“Untuk periode kali ini, kami dari Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan sebanyak 14.373 penerima. Rinciannya, sebanyak 3.461 penerima untuk Kecamatan Kranggan dan 721 penerima untuk Kelurahan Meri,” ujarnya saat penyaluran di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin (17/8/2026).
Setiap KPM mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Karena bantuan diberikan untuk tiga bulan sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, masing-masing KPM memperoleh total 30 kilogram beras. Pihaknya menargetkan seluruh proses penyaluran bantuan pangan tersebut dapat diselesaikan sesuai jadwal.
“Untuk penyelesaian penyaluran ditargetkan pada akhir September 2026 sudah selesai. Data penerima bantuan pangan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial. Bagi masyarakat yang merasa memenuhi kriteria namun belum masuk dalam daftar penerima, pengusulan dapat dilakukan melalui pemerintah daerah secara berjenjang,” jelasnya.

Mulai dari kelurahan, kecamatan, kemudian Dinas Sosial yang akan menyampaikan kepada Kementerian Sosial. Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan tetap sesuai ketentuan pemerintah dan bantuan pangan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, bantuan tersebut merupakan program Badan Pangan Nasional untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. “Bantuan ini merupakan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional untuk tahap keempat,” tambahnya.
Bantuan diserahkan untuk tiga bulan secara langsung, yakni Juli, Agustus, dan September sehingga masing-masing KPM mendapatkan 30 kilogram beras. Penyaluran bantuan pangan di Kota Mojokerto dilaksanakan secara serentak mulai 13 hingga 23 Agustus 2026 di masing-masing kelurahan.
Momentum penyaluran bantuan tersebut juga dimanfaatkan Pemkot Mojokerto untuk mempercepat perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat. Pihaknya menargetkan capaian perekaman IKD bagi warga Kota Mojokerto dapat mencapai 100 persen pada akhir 2026. Untuk mempercepat target tersebut, tim IKD dan Perlindungan Sosial (Perlinsos) diterjunkan dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Kami ingin capaian perekaman IKD untuk warga Kota Mojokerto bisa 100 persen sampai akhir tahun 2026. Ketika perekaman IKD sudah 100 persen, berikutnya kami bisa membuat program-program yang ditautkan antara satu program dengan program lainnya,” pungkasnya. [Mia/Red]






