Munawi Selamat Setelah 9 Jam Terombang-ambing di Laut
MOJOKERTO (Awalan.id) – Pengalaman selama 25 tahun bekerja di kapal tidak membuat Munawi (53) menyangka dirinya akan menghadapi situasi paling menegangkan dalam hidupnya. Koki kapal asal Mojokerto itu menjadi salah satu korban selamat setelah KM Virgo Transport 8 yang ditumpanginya tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Warga Dusun Bungkem, Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto ini mengaku harus bertahan selama sekitar sembilan jam terombang-ambing di tengah laut sebelum akhirnya berhasil dievakuasi. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya.
“Saya bekerja di kapal sudah 25 tahun sejak tahun 2001. Awalnya di PT Dharma Lautan Utama sebagai pramu saji, kemudian belajar masak hingga dipercaya sebagai koki kapal. Di KM Virgo Transport 8 baru 2 bulan 10 hari, ini kapal baru,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Setelah berhasil dievakuasi, bapak dua anak ini langsung mendapat perawatan di rumah sakit di Banjarmasin. Selama tiga hari, ia menjalani perawatan karena tekanan darahnya meningkat dan mengalami stres akibat kejadian tersebut. Setelah kondisi kesehatannya membaik, Munawi tidak langsung pulang.
Ia menjalani pemulihan selama dua hari di hotel sebelum akhirnya dipulangkan ke Mojokerto. Pada Minggu (20/9/2026), Munawi dipulangkan ke Jawa Timur menggunakan pesawat dengan pendampingan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur.

Meski telah kembali ke daerah asal, Munawi mengaku masih dihantui rasa trauma. Selama 25 tahun bekerja di kapal, kejadian tersebut menjadi pengalaman pertama yang membuatnya harus berjuang menyelamatkan diri dalam kondisi kapal tenggelam.
“Selain itu, saya juga trauma, baru kali ini mengalami kejadian seperti ini. Selanjutnya, saya masih belum tahu apa masih kerja di kapal setelah kejadian ini,” katanya.
Pengalaman tersebut bahkan membuat Munawi belum dapat memastikan apakah dirinya akan kembali bekerja di kapal. Ia masih membutuhkan waktu untuk memulihkan diri setelah kejadian yang dialaminya. Munawi juga menyampaikan bahwa terdapat empat orang dari Kabupaten Mojokerto yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Dirinya dan seorang warga Trawas diketahui selamat, sementara warga asal Pacet dan Dlanggu disebut masih belum ditemukan saat pernyataan itu disampaikan. Suami dari Suli Tri Utami (50) ini mengaku tidak mengenal ketiga korban asal Kabupaten Mojokerto tersebut.
Bagi Munawi, sembilan jam terombang-ambing di tengah laut menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan. Setelah lebih dari dua dekade menghabiskan waktunya bekerja di kapal, ia akhirnya mengalami sendiri bagaimana rasanya bertahan hidup dalam kondisi darurat, di tengah laut dan gelapnya dini hari.
Kini, setelah kembali ke Mojokerto, Munawi masih menjalani proses pemulihan. Pengalaman tersebut tidak hanya meninggalkan kelelahan fisik, tetapi juga trauma yang membuatnya mempertimbangkan kembali rencana untuk melanjutkan pekerjaannya di kapal. [Mia/Red]


