Karhutla di Hutan Jatirejo Mojokerto Bakar 3 Hektare, Petugas Berjibaku Padamkan Api

MOJOKERTO (Awalan.id) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan hutan petak 3A-1 Pasuruan, RPH Manting, BKPH Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kebakaran yang terjadi pada, Rabu (16/9/2026) tersebut menghanguskan sekitar 3 hektare kawasan hutan.

Lokasi kebakaran berada di wilayah administratif Desa Bleberan, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Informasi kebakaran pertama kali diterima Call Center Pusdalops, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dari pihak Perhutani.

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Personel dari BPBD Kabupaten Mojokerto, Perhutani, TNI, dan Polri dikerahkan untuk melakukan pemantauan sekaligus penanganan kebakaran. Proses pemadaman dilakukan secara manual karena kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau.

Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati untuk mendekati titik api. Selain memadamkan api, petugas membuat sekat bakar di sekitar area terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk menghambat pergerakan api dan mengantisipasi agar kebakaran tidak merembet ke kawasan hutan lainnya.


Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan, BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim mengatakan, penanganan kebakaran masih dilakukan dengan menyesuaikan kondisi medan di lokasi. “Tim gabungan melakukan pemantauan dan pemadaman secara manual,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Khakim menjelaskan, material yang terbakar berupa pohon jati, daun kering, serta semak belukar. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 3 hektare. Yang terbakar pohon jati, daun kering dan semak belukar dengan luas area terdampak kurang lebih 3 hektare.

Menurutnya, hingga Rabu malam pukul 22.30 WIB, kondisi api masih terus dipantau petugas. Penanganan dilakukan secara hati-hati karena titik api berada di kawasan dengan medan terjal dan sulit dijangkau. Hingga Kamis pagi, petugas gabungan masih berada di sekitar lokasi untuk melakukan pemantauan.

“Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kondisi api sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru yang berpotensi menyebabkan kebakaran meluas,” pungkasnya. [Mia/Red]

Tinggalkan Komentar