6.703 Warga Mojokerto Terdampak Krisis Air, BPBD Kembali Siapkan 1,16 Juta Liter Air Bersih

MOJOKERTO (Awalan.id) – Krisis air bersih masih melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mojokerto. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto pun menyiapkan ratusan tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Sedikitnya 2.776 kepala keluarga (KK) atau 6.703 jiwa di tiga desa tercatat terdampak krisis air bersih. Ketiga wilayah tersebut yakni Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro serta Desa Duyung di Kecamatan Trawas.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Mojokerto menyalurkan sebanyak 290 tangki air bersih mulai 12 September hingga 30 Oktober 2026. Setiap tangki memiliki kapasitas sekitar 4.000 liter. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 1,16 juta liter air bersih.

Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, distribusi dilakukan untuk membantu warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. “Secara keseluruhan, 290 tangki dengan kapasitas masing-masing 4.000 liter,” ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Sebantyak 4.000 liter tersebut setara dengan sekitar 1,16 juta liter air bersih yang disalurkan kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, penyaluran air bersih diharapkan dapat meringankan beban masyarakat selama kondisi krisis air berlangsung.

“Distribusi akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak selama periode penanganan hingga 30 Oktober 2026 mendatang. Dengan adanya pengiriman bantuan air bersih ini, diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak krisis air bersih,” katanya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Mojokerto, Desa Kunjorowesi menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak paling banyak, yakni 1.499 KK atau 3.053 jiwa. Selanjutnya, Desa Manduro Manggung Gajah tercatat sebanyak 774 KK atau 2.086 jiwa.

Sedangkan di Desa Duyung, Kecamatan Trawas, terdapat 503 KK atau 1.564 jiwa yang mengalami dampak krisis air bersih. Penyaluran bantuan tersebut menjadi langkah Pemkab Mojokerto melalui BPBD untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih di tengah kondisi kekurangan air yang terjadi di sejumlah desa. [Mia/Red]

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar