Perum BULOG Salurkan Bantuan Beras 30 Kg untuk 512 Warga Dlanggu Mojokerto
MOJOKERTO (Awalan.id) – Sebanyak 512 warga Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, menerima bantuan pangan berupa 30 kilogram beras. Bantuan untuk kebutuhan Juli hingga September 2026 itu disalurkan sekaligus di Kantor Desa Dlanggu, Kamis (10/9/2026).
Bantuan pangan ini merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan Perum BULOG sebagai pelaksana distribusi. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan.
Pemimpin Cabang Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto, Muhammad Husin mengatakan, bantuan tersebut menyasar masyarakat yang masuk kelompok kesejahteraan 40 persen terbawah berdasarkan Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTSEN) Kementerian Sosial.
“Bantuan program pangan ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang membutuhkan. Di Kabupaten Mojokerto, bantuan pangan tersebut diberikan kepada 161.925 penerima. Sementara di Kecamatan Dlanggu tercatat sebanyak 8.776 penerima,” ujarnya.
Di Desa Dlanggu sendiri, ada 512 penerima bantuan pangan. Husin menyebut proses penyaluran di Kabupaten Mojokerto telah mencapai sekitar 91 persen atau setara 2.700 ton beras. BULOG menargetkan seluruh bantuan rampung disalurkan pada pekan depan.

Secara nasional, program bantuan pangan semester II 2026 tersebut menyasar 33.241.408 penerima dengan beras yang bersumber dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Selain bantuan pangan, pemerintah juga memiliki program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai salah satu upaya menjaga ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat.
Anggota DPR RI Komisi IV, Sadarestuwati yang hadir dalam penyaluran tersebut mengingatkan warga agar bantuan beras tidak dijual. Beras tersebut diharapkan menjadi stok pangan keluarga, terutama di tengah ancaman kekeringan yang dipicu fenomena El Niño.
“Fenomena El Niño diprediksi bisa sampai tahun depan. Sehingga kami harapkan beras ini tidak dijual, tetapi tetap menjadi cadangan pangan bagi keluarga, terutama sebagai persiapan menghadapi kekeringan yang berkepanjangan,” pintanya.
Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, pemerintah terus melakukan pemutakhiran data penerima untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Evaluasi diperlukan karena masih ditemukan masyarakat kurang mampu yang belum masuk dalam kelompok penerima.
Penyaluran bantuan pangan di Desa Dlanggu juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Ekonomi Setda Kabupaten Mojokerto Nuryakin, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pangan dan Perikanan, Kasat Binmas Polres Mojokerto, serta Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Mojokerto. [Mia/Red]


