Grand Opening Davist Mojokerto Diserbu Pembeli, Sepatu dan Sandal Dijual Mulai Rp10 Ribu

MOJOKERTO (Awalan.id) – Ribuan warga memadati grand opening Davist di Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (25/7/2026). Antusiasme masyarakat begitu tinggi setelah gudang milik penyanyi dangdut asal Mojokerto, Inka Ceples, menggelar obral besar-besaran sepatu dan sandal baru dengan harga mulai Rp10 ribu hingga Rp35 ribu per pasang.
Sejak dini hari, pembeli sudah memadati lokasi untuk mendapatkan nomor antrean. Panitia menyiapkan kursi bagi para pengunjung dan menerapkan sistem antrean yang tertib. Setiap 25 orang dipersilakan masuk ke dalam gudang secara bergantian untuk memilih produk. Setiap pembeli dibatasi maksimal membeli tiga pasang sepatu atau sandal.
Sebelum masuk, jari kelingking pembeli dicelupkan ke tinta sebagai penanda agar tidak kembali mengantre dan membeli lagi pada hari yang sama. Antrean tidak hanya berasal dari Mojokerto, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Lamongan, Ponorogo, Jember, Lumajang hingga Magetan.
Salah satu pembeli, Reni Eka Mayasari (24), warga Desa Brangkal, mengaku sudah datang sejak pukul 05.30 WIB demi mendapatkan kesempatan berbelanja. “Saya antre dari pukul 05.30 WIB, baru dapat nomor antrean sekitar pukul 07.00 WIB dan nomor saya 94. Saya beli tiga pasang dengan harga Rp35 ribu, Rp20 ribu, dan Rp10 ribu. Kualitasnya bagus,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Uyen Listyanto (38), warga Magetan. Ia rela menempuh perjalanan sekitar satu jam melalui jalan tol setelah mengetahui informasi grand opening dari media sosial TikTok. “Berangkat pagi-pagi dan antre mulai sekitar pukul 05.00 WIB. Saya beli tiga pasang, total Rp80 ribu. Kualitasnya bagus dengan harga yang sangat terjangkau,” katanya.

Sementara Owner Darvist, Inka Ceples (37), mengatakan obral tersebut digelar khusus dalam rangka grand opening gudangnya sekaligus sebagai bentuk berbagi kepada masyarakat. “Untuk grand opening ini kami obral sepatu dan sandal dengan harga Rp5 ribu, Rp10 ribu, Rp20 ribu hingga Rp35 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, semua barang baru dan layak dipakai. Kenapa harganya murah? Ia mengaku ingin bersedekah. Ia menjelaskan, harga normal sandal yang biasanya dijual mulai Rp75 ribu kini hanya Rp10 ribu. Sementara sepatu yang biasanya dibanderol mulai Rp150 ribu dijual hanya Rp35 ribu.
Berbagai jenis alas kaki disediakan, mulai dari sandal pria, wanita, anak-anak, hingga sepatu sekolah, sepatu kerja, sepatu bola, sepatu futsal, pantofel, dan sepatu safety. Dalam grand opening tersebut, ia menyiapkan sekitar 5.000 sampai 6.000 pasang untuk hari ini.
“Awalnya buka pukul 08.00 WIB, tetapi karena antrean sudah sangat banyak, akhirnya kami buka lebih awal pukul 07.30 WIB. Pembeli datang dari Mojokerto, Surabaya, Lamongan, Ponorogo, Jember, Lumajang, Magetan dan daerah lainnya. Semoga kedepan event serupa bisa dilakukan,” jelasnya.
Sekedar diketahui, Inka Ceples merupakan penyanyi dangdut asal Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Usaha terserbut berawal dari bisnis sang suami, Ali Muhajir (42), yang merupakan supplier sepatu dan sandal. Saat pandemi Covid-19 membuat aktivitas manggung berhenti, pasangan suami-istri (pasutri) tersebut mengembangkan usaha alas kaki hingga kini mempekerjakan sekitar 10 karyawan. [Mia/Red]
Berita Terkait







