Jersey Piala Dunia 2026 di Mojokerto Laris Manis

MOJOKERTO (Awalan.id) – Demam Piala Dunia 2026 terasa di Kabupaten dan Kota Mojokerto. Penjualan jersey tim peserta turnamen sepak bola terbesar dunia itu mengalami peningkatan, terutama saat kompetisi memasuki babak semifinal hingga menjelang laga final.

Pemilik Toko DMC di Jalan RA Basoeni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Abdul Mujib (50) mengatakan, penjualan jersey Piala Dunia 2026 mengalami kenaikan dibandingkan awal turnamen. Namun, peningkatan paling signifikan terjadi ketika tim-tim unggulan mulai melaju ke fase akhir.

“Alhamdulillah untuk penjualan jersey bola khususnya Piala Dunia lumayan meningkat. Terutama tim-tim unggulan yang masuk ke semifinal itu yang paling laku dan paling laris,” ujarnya, Sabtu (18/7/2026).

Ia menyebut sejumlah jersey tim besar seperti Argentina, Brasil, Inggris, dan Spanyol menjadi yang paling banyak dicari konsumen. Antusiasme masyarakat meningkat ketika tim favorit mulai bersaing memperebutkan tiket final.

“Contohnya seperti Argentina, Brazil, Inggris, Spanyol itu yang paling laku di pasaran,” katanya.

Menurut Mujib, penjualan jersey pada awal Piala Dunia 2026 masih cenderung biasa. Salah satu faktor yang membuat penjualan tidak langsung melonjak adalah jadwal pertandingan yang berlangsung dini hari hingga pagi waktu Indonesia.

“Untuk awal-awal masih landai. Piala Dunia sekarang ini untuk penjualan jersey tidak seperti tahun-tahun lalu, karena waktu pertandingannya main dini hari dan pagi hari,” jelasnya.

Namun, memasuki babak delapan besar, antusiasme pencinta sepak bola mulai meningkat. Kondisi tersebut semakin terasa saat turnamen mendekati semifinal.

“Ketika sudah memasuki delapan besar, animo masyarakat khususnya penggemar bola baru meningkat. Ketika memasuki empat besar atau semifinal, tim-tim unggulan langsung habis,” ungkapnya.

Mujib mengatakan tingginya permintaan membuat stok jersey tim tertentu sulit didapat. Bahkan, harga dari distributor mengalami kenaikan cukup besar menjelang laga semifinal dan final.

“Harga di tingkat grosir meningkat lebih dari 100 persen. Kita tidak berani mengambil lagi karena takut nanti dianggap aji mumpung,” tuturnya.

Ia mengungkapkan harga jersey yang dijual di tokonya berkisar mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu. Namun, untuk sejumlah tim unggulan, pihaknya memilih tidak menambah stok karena harga kulakan sudah lebih tinggi dibandingkan harga jual sebelumnya.

“Ketika kita jual Rp150 ribu, ternyata mau ambil lagi pengambilannya lebih mahal daripada harga jual kita. Jadi kita tidak berani ambil lagi, terutama tim unggulan,” katanya.

Mujib menilai, geliat penjualan jersey Piala Dunia 2026 masih belum mampu mengalahkan euforia Piala Dunia Qatar 2022. Salah satu penyebabnya karena waktu siaran pertandingan yang berbeda.

“Pastinya kita tidak tahu, tapi yang jelas Piala Dunia Qatar lebih ramai daripada tahun ini. Waktu penayangan televisinya pas sore hari sehingga masyarakat lebih mudah menonton,” ujarnya.

Fenomena serupa juga terjadi di sejumlah toko jersey di Kota Mojokerto. Salah satu toko jersey di Jalan Pahlawan Kota Mojokerto menyebut jersey Argentina dan Spanyol bahkan sudah kosong menjelang pertandingan final.

Tingginya permintaan terhadap dua tim tersebut membuat harga jersey ikut mengalami kenaikan menjelang laga puncak Piala Dunia 2026. Argentina dan Spanyol menjadi dua tim yang paling banyak diburu penggemar sepak bola di Mojokerto karena berhasil melaju hingga final. [Mia/Red]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *