Api dari Area Pemakaman Membakar Gudang Sablon dan Tiga Dapur Warga di Mojokerto

MOJOKERTO (Awalan.id) — Kebakaran terjadi di Desa Blimbing Sari, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, sekitar pukul 11.30 WIB. Api diduga bermula dari area pemakaman di sebelah utara permukiman sebelum menjalar ke tumpukan daun tebu kering hingga membakar sebuah gudang sablon dan bahan sepatu serta tiga dapur milik warga.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Armada berasal dari BPBD Kabupaten Mojokerto, Dragon, dan Gama Mojokerto. Petugas sempat mengalami kesulitan untuk menjangkau titik api karena posisi gudang berada di belakang rumah warga.

Akses jalan ke gudang juga tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Petugas kemudian harus melakukan upaya tambahan untuk menjangkau sumber api, termasuk menjebol pintu gudang agar proses pemadaman api di dalam bangunan dapat dilakukan. Sementara relawan PMI Kabupaten Mojokerto juga membagikan masker kepada warga.

Salah seorang warga, Ngatiyah (55), mengatakan dirinya pertama kali melihat kobaran api dari area pemakaman yang berada tidak jauh dari rumahnya. “Awalnya kecil apinya. Ada angin kemudian api menjalar ke daun tebu kering yang ada di sisi selatan usai dipanen,” ujarnya, Sabtu (19/9/2026).

Menurut dia, kobaran api kemudian semakin membesar dan mendekati bagian belakang gudang sepatu. Karena saat itu tidak ada orang di sekitar lokasi, Ngatiyah berusaha meminta pertolongan dengan berlari ke jalan sambil berteriak.

“Saya teriak-teriak karena tidak ada orang. Saya lari ke jalan minta tolong, baru ada orang yang mendengar. Warga kemudian datang dan berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan selang air tapi api terus membesar dan menjalar hingga membakar gudang sablon dan bahan sepatu milik Pak Mandra,” katanya.

Kobaran api juga menghanguskan tiga dapur milik warga yang berada tepat di depan gudang. Ketiganya merupakan dapur milik Toya, Musiah, dan Iza. Ngatiyah mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber awal api. Namun, ia melihat kobaran api pertama kali berasal dari arah makam di sebelah utara dan kemudian menjalar ke lahan yang dipenuhi sisa daun tebu kering.

“Saya tidak tahu dari mana asal api, tapi dari arah makam di sebelah utara langsung ke lahan sampah tebu. Kena angin. Untungnya saat kebakaran terjadi, gudang libur jadi tidak ada aktivitas pekerja di dalamnya. Di sini juga tidak ada laki-laki makanya saya lari ke jalan minta tolong,” paparnya.

Hingga proses pemadaman berlangsung, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian akibat peristiwa tersebut belum diketahui. Kasus kebakaran tersebut dalam penangganan pihak kepolisian. [Mia/Red]

 

Tinggalkan Komentar