Razia Blok Hunian Lapas Mojokerto, 2 Sajam Buatan Berhasil Diamankan
MOJOKERTO (Awalan.id) – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar razia di blok hunian warga binaan, Selasa (1/9/2026). Dari hasil pemeriksaan, petugas berhasil mengamankan dua senjata tajam (sajam) buatan. Selain itu, ditemukan pula satu gunting dan dua kartu remi.
Razia tersebut dilakukan jajaran Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) bersama petugas pengamanan Lapas Kelas IIB Mojokerto. Penggeledahan menjadi bagian dari deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan sikap humanis, tertib, serta mengikuti ketentuan yang berlaku. Hasilnya, petugas menemukan dua sajam buatan, satu gunting dan dua set kartu remi. Seluruh barang hasil temuan diamankan petugas untuk ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala KPLP Lapas Mojokerto, Yoga Nur Karendra mengatakan, dari hasl razia blok tahanan, petugas menemukan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban saat melakukan. Petugas nenemukan dua sajam buatan menjadi salah satu perhatian utama petugas.

“Barang tersebut berpotensi disalahgunakan dan dapat menimbulkan gangguan keamanan apabila berada di lingkungan blok hunian tanpa pengawasan. Selain sajam, petugas juga mengamankan satu gunting dan dua set kartu remi,” ujarnya.
Razia ini merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIB Mojokerto menjaga kondisi blok hunian tetap aman dan terkendali. Pengawasan secara rutin dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal keberadaan barang-barang yang dilarang maupun berpotensi menimbulkan gangguan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan Lapas Mojokerto terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam mewujudkan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
Lapas Kelas IIB Mojokerto menegaskan razia dan pemeriksaan berkala akan terus dilakukan sebagai langkah preventif. Dengan pengawasan tersebut, potensi gangguan keamanan diharapkan dapat dicegah sejak dini sehingga situasi Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif. [Mia/Red]
Berita Terkait