Kota Mojokerto Masuk Tiga Besar Nasional Uji Coba Digitalisasi Bansos Perlinsos

MOJOKERTO (Awalan.id) – Kota Mojokerto kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota berjuluk Spirit of Majapahit tersebut berhasil masuk tiga besar nasional dalam pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) melalui program Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Uji Coba Terbatas Perlinsos yang digelar Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat, Kamis (23/7/2026).
Dalam pelaksanaan uji coba tersebut, pendataan Perlinsos di Kota Mojokerto hingga 22 Juli 2026 telah mencapai 22.957 Kepala Keluarga (KK) atau 46,47 persen dari total target sebanyak 49.368 KK.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan, capaian tersebut menjadikan Kota Mojokerto berada di peringkat ketiga nasional dan posisi kedua di Jawa Timur dalam pelaksanaan uji coba digitalisasi Perlinsos.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi seluruh perangkat daerah dalam mendukung percepatan transformasi digital pemerintahan yang menjadi salah satu prioritas nasional.
“Alhamdulillah target kita sudah tercapai 46 persen untuk Perlinsos dan IKD kita sudah mencapai 32 persen. Tentu dalam pelaksanaannya masih ada beberapa kendala, salah satunya hari ini dapat dilihat adanya antrean karena server Perlinsos sedang mengalami gangguan,” ungkapnya.
Meski masih terdapat kendala teknis, Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, memastikan proses pendataan tetap berjalan. Ia menyebut implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun pelayanan publik yang lebih modern.
Menurutnya, integrasi data kependudukan berbasis digital akan membantu pemerintah dalam menentukan sasaran program secara lebih tepat, baik untuk bantuan sosial maupun perencanaan pembangunan daerah.

“Kalau data kependudukan kita sudah berbasis digital datanya pasti akan lebih akurat, lebih valid. Ke depan perencanaan daerah itu bisa lebih tepat sasaran kemudian dan semua program yang kita rencanakan itu mudah untuk dilakukan evaluasi karena basis datanya lebih akurat sehingga margin errornya pun bisa lebih rendah,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Aris Kurniawan, mengapresiasi progres Kota Mojokerto dalam penerapan transformasi digital.
Ia menjelaskan, uji coba Perlinsos tidak hanya bertujuan mendigitalisasi penyaluran bantuan sosial, tetapi juga menjadi langkah awal membangun ekosistem layanan publik yang terintegrasi melalui interoperabilitas data.
“Berbagi data dan interoperabilitas sistem merupakan lompatan besar. Kalau ini berhasil, manfaatnya tidak hanya untuk digitalisasi bansos, tetapi juga layanan kesehatan dan berbagai layanan dasar lainnya. Saat ini kita masih dalam tahap pembelajaran dan melakukan berbagai penyempurnaan terhadap sistem,” katanya.
Aris menambahkan, apabila seluruh sistem telah terintegrasi, masyarakat akan mendapatkan kemudahan dalam mengakses layanan pemerintah karena tidak perlu lagi berulang kali mengisi formulir maupun menyerahkan dokumen yang sama.
“Kemauan berbagi data dari kementerian lembaga itu satu hal yang saya pikir sangat menggembirakan karena nanti harapannya masyarakat akan dimudahkan, enggak ada lagi ngisi formulir berkali-kali karena kita sudah punya identitas digital. Satu IKD nanti bisa digunakan untuk seluruh layanan publik tanpa harus fotokopi lagi,” ujarnya.
Masuknya Kota Mojokerto dalam jajaran daerah terbaik pelaksanaan uji coba Perlinsos menjadi bukti kesiapan pemerintah daerah dalam mempercepat transformasi digital.
Ke depan, implementasi sistem tersebut diharapkan tidak hanya membuat penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, tetapi juga menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien bagi masyarakat. [Mia/Red]
Berita Terkait







