Prakiraan Cuaca Jawa Timur 31 Agustus 2026 : Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
JAWA TIMUR (Awalan.id) – Prakiraan cuaca Jawa Timur hari ini, Senin (31/8/2026), didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi kabut atau asap serta udara kabur di sejumlah wilayah.
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, kondisi cuaca pada pagi hari secara umum diprakirakan cerah. Namun, terdapat peluang terjadinya kabut atau asap di sejumlah wilayah.
Memasuki siang hingga sore hari, cuaca Jawa Timur diprakirakan cerah berawan. Pada periode ini, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi udara kabur. Sementara pada malam hari, kondisi cuaca diprakirakan kembali cerah dengan peluang kabut atau asap.
Kondisi serupa masih berpotensi terjadi pada dini hari, ketika cuaca diprakirakan cerah berawan. Rentang suhu udara di Jawa Timur hari ini diprakirakan berada pada 12 hingga 36 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara cukup tinggi, yakni berkisar 35 hingga 100 persen.
Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan mengatakan, angin diprakirakan bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan antara 5 hingga 49 kilometer per jam.

“Prakiraan tersebut menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di luar ruangan. Kondisi udara kabur, kabut, maupun asap dapat memengaruhi jarak pandang di beberapa lokasi,” ujarnya.
Selain itu, suhu yang dapat mencapai 36 derajat Celsius pada siang hari juga membuat masyarakat perlu mengantisipasi kondisi panas, terutama saat beraktivitas di ruang terbuka.
Sebagai gambaran, prakiraan BMKG untuk Jawa Timur pada 31 Agustus 2026 juga menunjukkan sejumlah daerah mengalami kondisi cerah berawan, sementara beberapa wilayah berpotensi mengalami kabut/asap maupun udara kabur.
BMKG sebelumnya juga menyebut periode akhir Agustus hingga awal September 2026 masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan sedang secara umum di Indonesia, dengan kondisi kering yang semakin meluas seiring periode puncak musim kemarau.
“Masyarakat diimbau tetap memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG, khususnya bagi warga yang memiliki aktivitas di luar ruangan maupun pengguna jalan yang melintas di wilayah dengan potensi jarak pandang terbatas,” tegasnya. [Red]


