Telinga Kanan Berdenging di Malam Hari: Mitos atau Tanda Gangguan Kesehatan?

JAKARTA (Awalan.id) – Banyak orang pernah mengalami telinga kanan berdenging, terutama saat malam hari. Kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai tinnitus ini sering kali terasa lebih jelas ketika lingkungan sekitar sedang sunyi.
Menurut penjelasan medis, tinnitus bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang dapat muncul akibat berbagai kondisi kesehatan. Saat malam hari, minimnya suara latar membuat otak lebih fokus pada suara dengingan yang muncul dari dalam telinga sehingga keluhan terasa lebih mengganggu.
Beberapa faktor yang dapat memicu tinnitus antara lain kelelahan, stres, kurang tidur, hingga kecemasan yang membuat sistem saraf menjadi lebih sensitif. Selain itu, penumpukan kotoran telinga yang mengeras juga dapat menekan gendang telinga dan menyebabkan munculnya suara berdenging.
Paparan suara bising dalam jangka panjang juga menjadi salah satu penyebab umum. Suara keras dapat merusak sel-sel rambut halus di koklea, bagian telinga dalam yang berperan penting dalam proses pendengaran. Tak hanya itu, kondisi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan sendi rahang (temporomandibular joint/TMJ), maupun efek samping obat-obatan tertentu juga dapat memicu tinnitus.

Di sisi lain, masyarakat Indonesia mengenal berbagai tafsir budaya terkait telinga berdenging. Dalam Primbon Jawa, telinga kanan yang berdenging pada malam hari, khususnya antara pukul 18.00 hingga 00.00, sering dianggap sebagai pertanda baik. Beberapa kepercayaan menyebutkan kondisi tersebut dapat menjadi tanda akan datangnya kabar baik, kedatangan kerabat, atau rezeki yang tidak terduga.
Meski demikian, para ahli kesehatan mengingatkan agar masyarakat lebih memperhatikan aspek medis dibanding sekadar mempercayai mitos. Denging yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya dan dapat dikurangi dengan menghadirkan suara latar seperti white noise saat tidur.
Namun, pemeriksaan ke dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sangat dianjurkan apabila dengingan hanya terjadi pada satu telinga, berlangsung terus-menerus, disertai nyeri atau keluarnya cairan dari telinga, muncul bersama pusing berputar (vertigo), penurunan pendengaran, atau jika suara denging terdengar mengikuti irama detak jantung.
Dengan memahami penyebab medis dan berbagai pandangan budaya yang berkembang, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi telinga berdenging dan segera mencari pertolongan medis apabila gejalanya mengarah pada gangguan kesehatan yang lebih serius. [Red]






