MOJOKERTO (Awalan.id) – Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan kembali menjadi salah satu penopang perekonomian Kabupaten Mojokerto pada tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto mencatat kontribusi sektor tersebut mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny mengatakan peranan sektor pertanian dalam lima tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif atau naik turun setiap tahun. Namun pada 2025, kontribusinya meningkat menjadi 7,24 persen, dari 7,21 persen pada 2024.
“Pada tahun 2025 terjadi peningkatan peranan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi 7,24 persen dari sebelumnya 7,21 persen pada tahun 2024,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, peningkatan tersebut didorong naiknya produksi tanaman pangan maupun hortikultura tahunan. Data BPS mencatat produksi tanaman pangan, khususnya padi, pada 2025 meningkat sebesar 13,89 persen dibandingkan tahun 2024.

Selain itu, produksi tanaman hortikultura, terutama cabai, juga melonjak hingga 33,19 persen. Tingginya produksi cabai disebut tak lepas dari meningkatnya minat petani membudidayakan cabai rawit. Kondisi itu dipengaruhi harga cabai yang cenderung fluktuatif.
Kondisi ini kerap memberikan keuntungan lebih besar saat harga mengalami kenaikan. Pihaknya berharap peningkatan kontribusi sektor pertanian tersebut mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Mojokerto.
“Peningkatan kontribusi sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” tegasnya. [Mia/Red]






