Prakiraan Cuaca Jawa Timur 30 Juli 2026 : Didominasi Cuaca Cerah, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi

JAWA TIMUR (Awalan.id) – Cuaca di wilayah Jawa Timur pada Kamis (30/7/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan ringan yang masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah pada pagi, siang hingga malam hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG Juanda, pada pagi hari cuaca diprediksi cerah dengan peluang hujan ringan. Kondisi serupa juga diperkirakan berlangsung pada siang hingga sore hari. Memasuki malam, cuaca berubah menjadi cerah berawan dengan potensi hujan ringan, sedangkan pada dini hari diprakirakan cerah berawan disertai peluang munculnya kabut atau asap di beberapa wilayah.
Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan mengimbau masyarakat agar tidak lengah meski cuaca secara umum terlihat cerah. Menurutnya, potensi hujan ringan tetap perlu diantisipasi, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun pengguna jalan.
“Cuaca cerah bukan berarti bebas dari potensi hujan. Masyarakat diharapkan tetap memantau informasi cuaca terbaru dan menyiapkan perlengkapan seperti jas hujan apabila beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat yang melintas pada dini hari hingga pagi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kabut yang dapat mengurangi jarak pandang, terutama di kawasan pegunungan maupun jalur rawan. BMKG Juanda mencatat suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 11 hingga 35 derajat Celsius.
Tingkat kelembapan 46 hingga 100 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan antara 5 hingga 33 kilometer per jam. Pihaknya menambahkan, perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG maupun BPBD setempat.
“Pahami kondisi cuaca sebelum beraktivitas, terutama bagi petani, nelayan, pengendara, dan masyarakat yang memiliki agenda di ruang terbuka. Dengan begitu, potensi risiko akibat perubahan cuaca dapat diminimalkan,” pungkasnya. [Red]





