MOJOKERTO (Awalan.id) – Pabrik Gula (PG) Gempolkrep Mojokerto optimistis mampu mencapai target produksi gula hingga 80 ribu ton pada musim giling 2026. Optimisme tersebut muncul seiring dukungan petani tebu serta berbagai upaya revitalisasi yang dilakukan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Direktur Utama (Dirut) PT SGN, Mahmudi mengatakan, PG Gempolkrep menjadi salah satu pabrik gula andalan dalam mendukung target produksi gula nasional tahun ini. Secara nasional, PT SGN menargetkan produksi mencapai 1,3 juta ton gula dari penggilingan sekitar 20 juta ton tebu di 39 pabrik gula.
“Khusus PG Gempolkrep, target produksi tebunya sekitar 1,13 juta ton. Dari jumlah itu diharapkan mampu menghasilkan gula minimal 75 ribu sampai 80 ribu ton,” ujarnya usai Selamatan Buka Giling 2026 PG Gempolkrep, Sabtu (9/5/2026).
Mahmudi menilai keberhasilan target tersebut tidak terlepas dari peran petani tebu yang selama ini menjadi tulang punggung industri gula nasional. Dukungan petani disebut sangat besar terhadap operasional PG Gempolkrep.
Menurutnya, PT SGN juga terus melakukan berbagai langkah pembenahan guna meningkatkan produktivitas pabrik dan kualitas hasil gula. Salah satunya melalui revitalisasi fasilitas pabrik yang dilakukan secara bertahap.
“Kita lakukan revitalisasi pabrik, kemudian mendorong intensifikasi pertanian tebu termasuk perbaikan bongkar ratoon. Pemerintah juga hadir melalui subsidi pupuk dan pembenahan tata niaga gula,” katanya.

Selain pembenahan sektor produksi, pemerintah juga memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi petani tebu melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus. Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat permodalan petani.
“Dulu petani terbatas pinjamannya maksimal Rp500 juta, sekarang lebih luas dengan bunga sekitar 6 persen. Ini diharapkan semakin membantu petani tebu,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada musim giling tahun ini, PT SGN juga tengah menyiapkan ekspansi industri gula nasional melalui pembangunan tiga pabrik gula baru yang saat ini masih dalam tahap kajian lokasi.
“Tiga pabrik gula baru direncanakan berada di Sumatera Selatan, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan. Lokasinya masih dikaji,” ungkapnya.
Sementara itu, General Manager PG Gempolkrep, Edy Purnomo mengatakan proses giling di PG Gempolkrep akan dimulai pada 29 Mei 2026. Tebu yang digiling berasal dari petani rakyat maupun kebun milik PG Gempolkrep.
“Kami siap mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan dan energi melalui swasembada gula. Harapannya produksi tahun ini bisa di atas 75 ribu ton,” tandasnya. [Mia/Red]





