MOJOKERTO (Awalan.id) – Mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan yang sarat makna, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto menggelar tadarus Alquran selama satu bulan penuh. Kegiatan ini dipusatkan di Sekretariat PWI Mojokerto, Jalan Raya Pekayon No. 99, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Program keagamaan tersebut menjadi salah satu agenda rutin di bawah kepemimpinan Ketua PWI Mojokerto, Aminuddin Ilham. Sejak dipercaya memimpin organisasi wartawan di Mojokerto, berbagai kegiatan aktif dan produktif terus digalakkan, mulai dari aksi sosial, olahraga hingga agenda spiritual.
Reporter JTV mengatakan, tadarus dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu luang di sela-sela jam kerja tanpa mengganggu aktivitas peliputan. “Kami ingin Ramadan tahun ini benar-benar terasa maknanya. Di tengah kesibukan sebagai jurnalis yang setiap hari memburu berita, kami tetap harus memiliki keseimbangan,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Yakni antara tugas profesi dan kewajiban sebagai umat Muslim. Tadarus tersebut menjadi pengingat agar anggota PWI Mojokerto tetap menjaga integritas, kejujuran, dan nilai-nilai moral dalam menjalankan tugas jurnalistik. Menurutnya, Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk melakukan perubahan diri menjadi lebih baik.

“Termasuk dalam menjaga etika dan profesionalisme kerja. Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan tadarus juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antaranggota. Kami ingin PWI Mojokerto tidak hanya solid dalam organisasi, tetapi juga kuat secara spiritual. Harapannya, semangat Ramadan ini bisa menular ke lingkungan kerja lainnya,” tambahnya.
Tak berhenti pada tadarus, selama Ramadan PWI Mojokerto juga mengagendakan pembagian takjil kepada masyarakat serta sosialisasi bahaya narkoba bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Mojokerto. Selain itu, peringatan Nuzulul Quran turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang telah disiapkan.
Sementara itu, salah satu anggota PWI Mojokerto, M. Zainuddin mengapresiasi langkah Ketua PWI Mojokerto dalam menghidupkan kegiatan keagamaan di bulan suci. Ia menilai tadarus Alquran membawa manfaat besar, baik secara spiritual maupun sosial. Menurutnya, Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat iman.
“Kegiatan ini sangat positif dan bisa menjadi contoh, termasuk di lingkungan perkantoran, agar ibadah dapat berjalan selaras dengan aktivitas pekerjaan sehari-hari,” ungkap wartawan Jatimpos ini.
Melalui berbagai program tersebut, PWI Mojokerto berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum mempererat solidaritas antarjurnalis sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Mojokerto dan sekitarnya. [Mia]






