MOJOKERTO (Awalan.id) – Jelang Hari Raya Idul Adha 2026, peternakan kambing dan domba, Putra Dua Farm milik Decka Vertian Ginanjar (37) di Dusun Grogol Gede, Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto ramai diserbu pembeli. Tak hanya warga Mojokerto, pemburu hewan kurban dari Krian hingga Jombang juga datang mencari kambing favorit mereka.
Terutama jenis Peranakan Etawa (PE) yang dinilai lebih gagah dan berbobot. Di kandang berkapasitas 300 ekor itu, suara kambing bersahutan sejak pagi. Aktivitas pemberian pakan hingga perawatan rutin di peternakan kambing dan domba milik warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini dilakukan demi menjaga kualitas hewan kurban menjelang hari raya.
“Pembeli paling suka kambing PE karena bodinya tinggi dan terlihat lebih gagah,” kata Decka saat ditemui di kandangnya.
Ia mengaku usaha ternak kambing sudah dikenalnya sejak kecil karena mengikuti jejak orang tuanya. Namun usaha penjualan hewan kurban mulai serius digeluti sekitar delapan tahun terakhir. Awalnya, Decka hanya memiliki kandang kecil di wilayah Tropodo, Kota Mojokerto. Saat itu penjualan hewan kurban hanya sekitar 20 ekor per musim.
“Tahun lalu 175 ekor habis terjual. Tahun ini sampai sekarang sudah sekitar 120 ekor, semoga saat Idul Adha nanti habis,” ujarnya.
Menariknya, Decka menerapkan sejumlah layanan gratis untuk menarik minat konsumen. Mulai biaya pemeliharaan gratis hingga hari pengiriman, gratis ongkos kirim wilayah Mojokerto sampai Krian, hingga bonus souvenir untuk pembelian tertentu.
Tak hanya itu, kambing dan domba juga dimandikan terlebih dahulu sebelum dikirim ke pembeli.

“Orang senang kalau hewan kurbannya bersih saat datang. Jadi sebelum dikirim kita mandikan dulu,” katanya.
Untuk menjaga kualitas ternak, kambing diberi pakan dua kali sehari menggunakan silase tebon jagung dan campuran konsentrat yang kaya protein dan karbohidrat. Alumni Jurusan Politik Islam UIN Sunan Ampel tahun 2007 ini juga memastikan usia ternak telah memenuhi syarat kurban sesuai syariat Islam.
“Kambing minimal umur satu tahun, kalau domba minimal enam bulan. Itu selalu jadi pertanyaan pembeli juga. Harga kisaran Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta per ekor. Namun, kambing dengan harga sekitar Rp3,5 juta yang banyak di cari,” tuturnya.
Menurut Decka, tren penjualan tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Bahkan penjualan secara online yang mulai digencarkan sejak pandemi Covid-19 masih efektif mendatangkan pembeli. Menjelang malam takbiran nanti, Decka memperkirakan pembeli masih akan terus berdatangan.
“Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, banyak warga mendadak mencari kambing kurban karena patungan membeli sapi tidak mencukupi. Biasanya malam takbiran masih banyak yang cari kambing,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pembeli, Bagus Cahyono (40) mengatakan, ia memilih peternakan kambing dan domba, Dua Putra Farm karena melihat dari sisi tempat, kebersihan, makanan, fasilitas dan kesehatan kambing.
“Kelebihannya di sini, dirawat sampai hari H dan dikirim gratis. Harga bersaing, lebih bagus di sini setelah di cek dr beberapa tempat lain. Saya tahu dari google,” jelas warga Surabaya ini. [Mia/Red]






