Dugaan Kelalaian Maintenance Gas CNG, Ledakan SPPG Medali Mojokerto Lukai Lima Pekerja

MOJOKERTO (Awalan.id) — Ledakan yang terjadi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Medali, Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, diduga terjadi akibat kelalaian saat proses perawatan (maintenance) tabung gas CNG. Peristiwa yang terjadi Kamis (13/8/2026) malam itu mengakibatkan lima pekerja mengalami luka dan sebagian bangunan dapur mengalami kerusakan.

Kapolres Mojokerto, AKBP Andy Yudha Pranata melalui Kapolsek Puri AKP Agus Setiawan menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, ledakan terjadi setelah teknisi dari PT Energi Alam Utama melakukan perbaikan pada tabung gas CNG yang mengalami kendala. Penyebab sementara ledakan akibat kebocoran gas CNG saat proses maintenance tabung gas.

“Namun kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).

Peristiwa tersebut bermula saat petugas pengisian gas dari PT Energi Alam Utama melakukan pengisian empat tabung gas CNG berwarna oranye dengan kapasitas 50 bar/feet pada pukul 15.00 WIB. Gas tersebut digunakan untuk kebutuhan operasional memasak di dapur SPPG Mandiri.

Sekitar pukul 20.00 WIB, saat petugas dan relawan hendak melakukan aktivitas memasak, diketahui terjadi kendala karena tabung gas mengalami masalah atau tersumbat. Pihak dapur kemudian menghubungi teknisi PT Energi Alam Utama untuk melakukan pemeriksaan. Teknisi mulai melakukan maintenance sekitar pukul 20.50 WIB.

Namun sekitar 30 menit kemudian, tepatnya pukul 21.20 WIB, tabung gas meledak dan memicu kebakaran besar di area dapur. Akibat ledakan tersebut, lima orang menjadi korban. Tiga korban merupakan teknisi gas CNG yang mengalami luka bakar serius, yakni KL (42) dengan luka bakar 50 persen yang menjalani perawatan di RS Gatoel Kota Mojokerto.

PN (45) mengalami luka bakar 63 persen dirawat di RS Sakinah, Kecamatan Sooko serta ES (54) mengalami luka bakar 90 persen dan dirawat di RS Gatoel Mojokerto. Sementara dua korban lainnya yakni relawan bagian persiapan, RA (33) dan MN (35), mengalami luka pada bagian kepala dan punggung. Keduanya telah mendapatkan perawatan dan menjalani rawat jalan di RS Sakinah.

Selain menyebabkan korban luka, ledakan juga membuat sejumlah bagian bangunan dapur SPPG Mandiri mengalami kerusakan. Atap dan plafon dapur ambruk, serta empat ruangan terdampak, yakni ruang pemorsian, ruang penyimpanan ompreng, ruang kantor, dan ruang rapat.

Satu kendaraan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tertimpa material bangunan yang runtuh. Tidak hanya itu, bangunan home industry dan gudang sepatu milik warga di sekitar lokasi turut terdampak. Petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Mojokerto bersama Damkar Gama diterjunkan untuk melakukan pemadaman.

Dua unit mobil pemadam berjibaku mengendalikan api hingga akhirnya kebakaran berhasil dipadamkan. Polisi saat ini telah mengamankan lokasi kejadian dan sejumlah barang bukti untuk kepentingan penyelidikan. Barang bukti yang diamankan antara lain empat tabung gas CNG, selang dan regulator, kompor industri, dokumen, serta foto kerusakan akibat ledakan.

“Dugaan sementara tindak pidana mengarah pada kelalaian yang mengakibatkan kebakaran, ledakan, dan korban luka sebagaimana diatur dalam Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP,” jelasnya.

Dapur SPPG Mandiri diketahui setiap hari memproduksi sekitar 3.000 ompreng makanan yang didistribusikan ke 33 lembaga pendidikan tingkat SD dan SMP di Kecamatan Puri. Sebelum kejadian, terdapat sembilan relawan yang bertugas di bagian persiapan, terdiri dari delapan perempuan dan satu laki-laki yang bertugas sebagai office boy.

Polres Mojokerto juga telah meminta keterangan sejumlah saksi, di antaranya S (43) dan B (62), untuk membantu proses penyelidikan. Kapolsek Puri mengimbau seluruh pengelola dapur umum maupun fasilitas yang menggunakan gas CNG agar meningkatkan standar keselamatan. Pemeriksaan berkala oleh teknisi resmi serta pelatihan keselamatan bagi petugas dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Kami minta ada pengecekan berkala oleh teknisi resmi dan pelatihan keselamatan bagi seluruh petugas. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya. [Mia/Red]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *