Dugaan Bakar Daun Kering, Setengah Hektare Hutan di Pacet Mojokerto Terbakar
MOJOKERTO (Awalan.id) – Kebakaran hutan di kawasan Perhutani, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, diduga dipicu pembakaran daun kering di lereng bukit. Akibat kejadian tersebut, sekitar setengah hektare vegetasi hutan di Petak 26 RPH Kemiri BKPH Pacet KPH Pasuruan terbakar, Senin (12/10/2026).
Api pertama kali diketahui pegawai Perhutani, Agus, 47, saat melakukan patroli sekitar pukul 16.00 WIB. Ia melihat kobaran api dan kepulan asap di lereng hutan yang ditumbuhi rumput gajah, bambu, serta serasah daun jati kering. Temuan itu langsung dilaporkan kepada warga dan petugas patroli Polsek Pacet.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Perhutani, dan relawan masyarakat kemudian berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Setelah dua jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan akibat peristiwa tersebut.

Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa melalui Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam mengatakan, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada aktivitas pembakaran daun kering oleh seseorang di sekitar lokasi. Namun, penyebab pasti kebakaran masih didalami.
“Diduga orang tersebut sebelumnya membakar daun kering di lereng bukit. Api diduga merambat hingga ke bagian atas lereng, namun dugaan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).
Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur dalam proses pemadaman sehingga api tidak meluas ke area hutan lainnya. Kapolsek mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah maupun daun kering di dekat kawasan hutan, terlebih saat vegetasi mudah terbakar.
Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap agar petugas dapat melakukan penanganan secepatnya. Setelah api padam, petugas melanjutkan pendataan dan meminta keterangan saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran.
Kepolisian mengimbau masyarakat ikut menjaga kawasan hutan agar kejadian serupa tidak terulang. [Mia/Red]
Berita Terkait

