Pembangunan Infrastruktur di Mojokerto Dilakukan Bertahap Sesuai Kemampuan Anggaran
MOJOKERTO (Awalan.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memastikan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan terus menjadi salah satu prioritas untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi desa. Namun pembangunan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan memiliki dampak besar terhadap mobilitas warga, peningkatan perekonomian desa, serta pemerataan pembangunan. “Ini dapat membantu aktivitas masyarakat, meningkatkan nilai perekonomian di desa, serta memperkuat pembangunan yang ada di desa,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Di tengah kondisi kemampuan keuangan daerah yang tidak hanya terjadi di Kabupaten Mojokerto, tetapi juga seluruh Indonesia, lanjutnya, Pemkab Mojokerto tetap akan memprioritaskan kebutuhan masyarakat. Gus Barra menjelaskan, jika semua akan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Gus Barra menjelaskan, perbaikan dan pembangunan jalan membutuhkan anggaran yang besar sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap. Selain infrastruktur, Pemkab Mojokerto juga harus membagi anggaran untuk berbagai sektor penting seperti kesehatan, pendidikan, perekonomian, hingga fasilitas publik.

“Kepada masyarakat agar memberikan kepercayaan kepada pemerintah daerah apabila masih terdapat sejumlah ruas jalan yang belum mendapatkan pembangunan. Jika bisa dilakukan tahun ini, akan kami lakukan tahun ini. Kalau belum bisa, akan kami lakukan pada tahun berikutnya dengan melihat kemampuan anggaran yang ada,” katanya.
Menurut Gus Barra, pembangunan jalan beton Watesnegoro-Kunjorowesi menjadi salah satu upaya memperkuat konektivitas antar wilayah. Dengan akses jalan yang lebih baik, diharapkan aktivitas warga semakin lancar dan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Semoga jalan ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijaga, dan awet untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya usai meresmikan pembanguan ruas jalan Watesnegoro-Kunjorowesi sepanjang 1,2 km, lebar 5 5 meter dan menghabiskan anggaran sebesar Rp3,6 miliar tersebut.
Pada tahun 2026, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto membangun infrastruktur dengan total anggaran mencapai Rp54,736 miliar. Anggaran tersebut terbagi dalam 28 paket pekerjaan, terdiri dari 21 paket pembangunan jalan dan tujuh paket pembangunan jembatan. [Mia/Red]
Berita Terkait


