Tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Mojokerto Capai 75,90
MOJOKERTO (Awalan.id) – Kabupaten Mojokerto menunjukkan capaian pembangunan yang cukup menggembirakan pada tahun 2025. Berbagai indikator sosial ekonomi mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari pembangunan manusia, kesehatan, hingga penurunan tingkat kemiskinan. Meski demikian, tantangan pemerataan pembangunan antarwilayah masih menjadi perhatian yang perlu terus diupayakan bersama.
Berdasarkan data Kabupaten Mojokerto Dalam Angka 2026, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Mojokerto mencapai 75,90 pada tahun 2025. Capaian ini menempatkan Kabupaten Mojokerto dalam kategori “tinggi” dan hampir setara dengan rata-rata Provinsi Jawa Timur. Peningkatan IPM tersebut menunjukkan adanya perbaikan pada aspek pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.
Selama periode 2024–2025, Kabupaten Mojokerto juga mencatat pertumbuhan IPM sebesar 0,99 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan Provinsi Jawa Timur yang tercatat sebesar 0,78 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat Mojokerto berlangsung dengan kecepatan yang relatif baik.
Dari sisi kesejahteraan, kondisi masyarakat Kabupaten Mojokerto juga menunjukkan perkembangan positif. Persentase penduduk miskin pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,56 persen, mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Secara absolut, jumlah penduduk miskin mencapai 102,67 ribu jiwa dan tren penurunannya terus berlanjut dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan tingkat kemiskinan tersebut menjadi indikasi bahwa berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial yang dilaksanakan pemerintah daerah mulai memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, upaya pengentasan kemiskinan tetap perlu diperkuat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di sektor kesehatan, Kabupaten Mojokerto didukung oleh jaringan pelayanan kesehatan primer melalui 85 Puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut didukung oleh 923 tenaga medis dan paramedis, yang terdiri atas 27 dokter umum, 2 dokter gigi, 400 bidan, dan 411 perawat.
Meskipun jumlah tenaga kesehatan didominasi oleh bidan dan perawat, persebarannya antarwilayah masih menunjukkan variasi. Kecamatan Trowulan tercatat memiliki jumlah perawat terbanyak, yaitu 28 orang. Sementara itu, Puskesmas Trawas memiliki jumlah dokter terbanyak dengan 9 dokter, dan Jatirejo menjadi wilayah dengan jumlah bidan terbanyak, yakni 27 orang.
Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pemerataan tenaga kesehatan masih menjadi salah satu fokus penting dalam pembangunan sektor kesehatan. Distribusi tenaga medis yang seimbang diperlukan agar seluruh masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa terkendala perbedaan wilayah.
Secara umum, capaian pembangunan Kabupaten Mojokerto pada tahun 2025 menunjukkan arah yang positif. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, penurunan tingkat kemiskinan, serta dukungan layanan kesehatan yang memadai menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Ke depan, tantangan utama yang perlu dihadapi bukan hanya meningkatkan capaian pembangunan secara keseluruhan, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat di setiap wilayah Kabupaten Mojokerto. Dengan dukungan data statistik yang akurat dan berkualitas, perencanaan pembangunan diharapkan semakin tepat sasaran sehingga mampu mendorong terwujudnya masyarakat Mojokerto yang lebih maju, sehat, dan sejahtera. [Mia/Red]


