Header Menu Detik Style

Warga di Mojokerto Berebut Solar dari Truk Tangki Nyemplung ke Sungai

Caption : Warga mengambil solar yang keluar dari tangki truk yang mengalami kecelakaan.

MOJOKERTO (Awalan.id) – Kecelakaan tunggal melibatkan truk tangki bermuatan solar terjadi di KM 707+400 jalur A ruas Tol Jombang–Mojokerto (Jomo), Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 06.50 WIB. Truk bernopol L 8273 NH itu menabrak beton pembatas median sebelum akhirnya terperosok ke sungai di sisi jalan tol.

Benturan keras membuat bagian depan kendaraan jatuh ke sungai Dusun Banci, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Kepala truk masuk sungai, sementara bagian belakang berada di atas. Kecelakaan juga menyebabkan tangki mengalami kebocoran setelah diduga tersayat benda tajam.

Solar di dalam tangki pun tumpah dan mengalir ke sekitar lokasi, bahkan sebagian meluber ke badan jalan. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya mengambil solar yang tumpah ke jalan dari bagian belakang truk tangki. Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun ikut mengambil.

Relawan Birunya Cinta, Zaenal Abidin menyebut tumpahan solar langsung menarik perhatian warga sekitar. Mereka berdatangan membawa wadah untuk menampung bahan bakar yang keluar dari tangki. “Yang dekat lokasi datang duluan. Ada yang bawa jeriken, galon, bahkan botol. Semua ikut mengambil,” ujarnya.

Akses menuju titik kejadian diketahui melalui jalan kecil menuju area persawahan dari Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, yang tembus ke Pagerluyung. Jalur tersebut hanya bisa dilintasi kendaraan kecil sehingga warga sekitar relatif mudah mencapai lokasi dari bawah tol.

Selain diambil warga, tumpahan solar juga menimbulkan risiko bagi pengguna jalan karena membuat permukaan aspal menjadi licin. Warga bersama relawan sempat berupaya membersihkan sebagian cairan yang meluber guna mencegah kecelakaan susulan.

Diperkirakan sekitar seperempat isi tangki telah keluar akibat kebocoran. Hingga kini, truk tangki masih berada di lokasi karena proses evakuasi menunggu mobil derek berkapasitas besar. Petugas dan relawan tetap berjaga untuk mengamankan area sekaligus mengantisipasi potensi bahaya lanjutan. [Mia]

 

Tags :

Menarik Lainnya