MOJOKERTO (Awalan.id) – Mobilitas penumpang kereta api di Stasiun Mojokerto masih terpantau tinggi hingga H+6 Lebaran 2026, meski puncak arus balik telah terjadi pada Rabu (25/3/2026). Lonjakan penumpang ini menjadi bagian dari tingginya pergerakan masyarakat selama periode mudik dan balik tahun ini.
Kepala Stasiun Mojokerto, Jemi Triahadi menyampaikan bahwa selama masa angkutan Lebaran 11–27 Maret 2026, tercatat sebanyak 28.732 penumpang menggunakan layanan kereta api di stasiun tersebut. Rinciannya, 14.121 penumpang datang dan 14.611 penumpang berangkat.
“Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena arus balik belum sepenuhnya berakhir,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Secara keseluruhan, jika dihitung sejak H-10 hingga H+10 Lebaran, total pergerakan penumpang mencapai sekitar 33.624 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 17.124 penumpang naik dan 16.500 penumpang turun di Stasiun Mojokerto. Tingginya mobilitas ini didominasi oleh penumpang dengan tujuan jarak jauh seperti Jakarta dan Bandung.

Bahkan, tiket untuk kedua tujuan tersebut sudah habis terjual sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. Sementara itu, rute lokal menuju Surabaya juga menjadi pilihan favorit, dengan distribusi penumpang di Stasiun Wonokromo, Gubeng, dan Surabaya Kota.
Untuk mengakomodasi lonjakan penumpang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan tambahan perjalanan kereta api serta menambah rangkaian gerbong. Setidaknya terdapat 62 perjalanan kereta api per hari selama masa angkutan Lebaran, termasuk kereta tambahan seperti KA Sembrani dan KA Kertajaya.
“Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api juga didukung oleh penambahan kapasitas tempat duduk yang telah disiapkan sejak awal,” katanya.
Di sisi lain, pihak stasiun juga mengingatkan penumpang untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu keberangkatan. Penumpang diimbau datang lebih awal agar tidak tertinggal kereta, serta tetap waspada terhadap barang bawaan.
“Jangan datang terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan dan pastikan barang bawaan tetap aman,” pungkasnya. [Mia]






