Dua Kecelakaan dalam 12 Jam di Mojokerto, Dua Orang Meninggal Dunia
MOJOKERTO (Awalan.id) – Dua kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kabupaten Mojokerto dalam waktu kurang dari 12 jam. Dua kecelakaan yang berlangsung di Kecamatan Kutorejo dan Mojosari itu mengakibatkan dua orang meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka.
Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Desa Kepuhpandak, Kecamatan Kutorejo, Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Seorang perempuan lanjut usia, Aslika (66), warga Dusun Randegan, Desa Kaligoro, Kecamatan Kutorejo, meninggal dunia setelah tertabrak sepeda motor Honda BeAT nopol S 4137 NBD.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Ipda M Jeepsal Putra mengatakan, kecelakaan bermula saat sepeda motor yang dikendarai Muhammad Farid Kurniawan (25), warga Dusun Randegan, Desa Kaligoro, melaju dari arah selatan ke utara. Saat itu, Aslika berada di bahu jalan sisi barat.
“Sesampainya di tempat kejadian, pejalan kaki menyeberang ke arah timur. Pada saat bersamaan dari arah selatan melaju kendaraan Honda BeAT. Karena jarak keduanya sudah dekat, pejalan kaki tertabrak dan terjadilah laka lantas,” ujarnya.
Akibat benturan tersebut, Aslika mengalami luka serius hingga meninggal dunia di lokasi kejadian. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar, Kecamatan Mojosari. Sementara pengendara Honda BeAT mengalami luka ringan dan mendapat perawatan di RS Sidowaras, Kecamatan Bangsal.

“Kecelakaan diduga karena kurang hati-hatinya atau kelalaiannya pengendara Honda BeAT pada saat mengendarai kendaraannya kurang berkonsentrasi sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Belum genap 12 jam, kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Raya Desa Kebondalem, Kecamatan Mojosari, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 07.45 WIB. Kecelakaan kedua melibatkan sepeda motor Honda Vario nopol S 5486 NBX dan Yamaha Vixion nopol N 5761 TFB.
Pengendara Yamaha Vixion, Achmad Solikin (42), warga Dusun Kedangten, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sedangkan pengendara Honda Vario, Saiful Anter (56), warga Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, mengalami luka serius dan saat ini dalam kondisi kritis.
Korban dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar untuk mendapatkan perawatan. Kanit menjelaskan, kedua sepeda motor tersebut melaju searah. Honda Vario berada di depan Yamaha Vixion. Sesampainya di lokasi kejadian, Honda Vario tiba-tiba oleng ke kanan.
“Karena jarak dengan Vixion sudah dekat, Vario tertabrak Vixion dari belakang. Kedua pengendara kemudian terjatuh dengan kecepatan tinggi. Akibat kecelakaan tersebut, Achmad Solikin meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Saiful Anter harus mendapat penanganan medis karena mengalami luka serius,” jelasnya.
Petugas Satlantas Polres Mojokerto telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Namun, polisi masih belum mengetahui penyebab Honda Vario tiba-tiba oleng ke kanan karena saat kejadian relatif sepi sehingga minim keterangan saksi. [Mia/Red]
