Prakiraan Cuaca Jawa Timur 28 Agustus 2026 : Cerah, Hujan Ringan dan Udara Kabur Masih Mengintai

JAWA TIMUR (Awalan.id) – Cuaca di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada Jumat (28/8/2026) diprakirakan didominasi kondisi cerah. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan ringan serta udara kabur yang dapat terjadi pada waktu tertentu.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, pada pagi hari wilayah Jawa Timur diprakirakan cerah dengan peluang hujan ringan di sejumlah wilayah. Kondisi serupa berlanjut pada siang hingga sore hari.

Cuaca secara umum diprakirakan cerah, namun masih terdapat peluang terjadinya hujan ringan. Memasuki malam hari, cuaca diprakirakan tetap cerah. Namun, masyarakat perlu mengantisipasi potensi udara kabur. Kondisi tersebut juga berpeluang terjadi pada dini hari.

Agen Informasi Bencana, Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan menyampaikan prakiraan cuaca tersebut menjadi salah satu informasi yang perlu diperhatikan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Pagi hari diprakirakan cerah dan berpeluang terjadi hujan ringan. Siang-sore juga cerah dan berpeluang hujan ringan. Malam dan dini hari cerah dengan peluang udara kabur,” ujarnya.

Sementara itu, suhu udara di Jawa Timur diprakirakan berada pada kisaran 10 hingga 35 derajat Celsius. Kelembapan udara berkisar 29 hingga 100 persen. Untuk kondisi angin, BMKG Juanda memprakirakan angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan antara 5 hingga 33 kilometer per jam.

Pihaknya mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan. Pengendara juga diharapkan lebih berhati-hati ketika kondisi udara kabur berpotensi mengurangi jarak pandang.

“Warga tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca dari BMKG maupun BPBD, terutama apabila terjadi perubahan kondisi cuaca secara tiba-tiba,” pungkasnya.

Dengan kondisi cuaca yang cenderung cerah namun masih memiliki peluang hujan ringan dan udara kabur, masyarakat di Jawa Timur diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas dan tetap mengutamakan keselamatan. [Red]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *