SDN Pandankrajan 1 Kemlagi Tak Dapat Siswa Baru, Dinas Pendidikan Sebut Faktor Demografi
MOJOKERTO (Awalan.id) – Tahun ajaran baru 2026/2027 menjadi catatan tersendiri bagi SD Negeri Pandankrajan 1, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Sekolah tersebut tidak mendapatkan satu pun siswa baru untuk mengisi bangku kelas I. Kondisi itu membuat ruang kelas I di SDN Pandankrajan 1 kosong tanpa peserta didik baru.
Kepala SDN Pandankrajan 1, Juwono, mengatakan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan tidak adanya pendaftar siswa baru, salah satunya kebiasaan masyarakat yang memilih menyekolahkan anak di lembaga pendidikan terdekat.
Menurutnya, jumlah calon peserta didik baru di wilayah sekitar sekolah memang sangat terbatas. Dari total 13 lulusan TK yang berada di sekitar wilayah tersebut, hanya satu anak yang berdomisili dekat dengan SDN Pandankrajan 1. Namun, orang tua siswa tersebut memilih memasukkan anaknya ke sekolah lain.
“Dalam ajaran ini lembaga saya untuk kelas 1 itu memang kosong karena faktor kelulusan dari TK. Untuk saat ini jumlahnya 13 siswa, yang berdomisili dekat dengan sekolah kami ini hanya satu siswa. Orang tuanya juga memutuskan untuk tidak masuk ke sini, mungkin mencari sekolah lain,” ujarnya, Kamis (17/7/2026).
Selain faktor jumlah calon siswa yang minim, keberadaan tiga lembaga pendidikan dalam satu desa juga menjadi salah satu penyebab persaingan penerimaan siswa baru. Setiap dusun di Desa Pandankrajan, kata Juwono, memiliki lembaga sekolah masing-masing.
“Kemudian mungkin faktor juga, di desa ini berdiri tiga lembaga sekolah. Tiap dusun berdiri sekolah dan juga faktor demografi, pertumbuhan penduduk di wilayah dekat dengan sekolah ini calon anak usia sekolah itu tidak ada,” jelasnya.

Saat ini jumlah siswa SDN Pandankrajan 1 tercatat hanya 22 peserta didik. Rinciannya, kelas II sebanyak 4 siswa, kelas III sebanyak 6 siswa, kelas IV sebanyak 7 siswa, dan kelas V sebanyak 5 siswa. Sementara kelas VI juga tidak memiliki siswa karena sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan.
“Totalnya 22 siswa, yang delapan siswa kemarin sudah lulus. Paling sedikit siswa kelas dua,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar menyampaikan pihaknya telah melakukan mitigasi dan analisa terkait kondisi SDN Pandankrajan 1 sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Menurutnya, minimnya jumlah anak usia sekolah menjadi faktor utama yang menyebabkan sekolah tersebut tidak memperoleh siswa baru.
“Terkait dengan kronologinya memang pada tahun ini kita telah melakukan mitigasi dan analisa, Pandankrajan 1 tidak mendapatkan murid. Memang di tahun ini jumlah anak produktif untuk memasuki jenjang SD itu sangat sedikit sekali, khususnya di Dusun Pandansari,” katanya.
Ia menjelaskan, di Desa Pandankrajan terdapat tiga lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar yang harus berbagi calon peserta didik dengan jumlah lulusan yang terbatas.
“Di sini ada tiga lembaga yang ada di Desa Pandankrajan, sedangkan untuk lulusannya ini sangat sedikit. Bisa kita lihat dari SD Pandankrajan 2 hanya memperoleh 22 siswa, kemudian ada MI yang memperoleh 13 siswa, dan Pandankrajan 1 tidak mendapatkan siswa,” pungkasnya. [Mia/Red]
Berita Terkait

