Header Menu Detik Style

Aksi Penolakan Tambang Ilegal Menguat, Warga dan Mahasiswa Turun ke Guntur Mojokerto

Caption : Aksi massa di tambang galian C ilegal di Dusun Guntur, Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. 

MOJOKERTO (Awalan.id) — Gelombang penolakan terhadap aktivitas tambang galian C ilegal di Kabupaten Mojokerto terus menguat. Kali ini, puluhan massa dari berbagai elemen masyarakat turun langsung ke Dusun Guntur, Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, menuntut penghentian tambang batu andesit yang diduga tak berizin.

Sekitar 50 peserta aksi yang terdiri dari aktivis LSM, mahasiswa, dan pegiat lingkungan tampak bergantian menyuarakan aspirasi. Mereka berasal dari LSM Srikandi Indonesia, Gerakan Tutup Tambang Ilegal (GTTI), Walhi Jawa Timur, serta PC PMII Mojokerto.

Dengan membawa banner berisi tuntutan, massa melakukan orasi di sekitar lokasi tambang yang dijaga aparat kepolisian dari Polres Mojokerto. Dalam aksinya, mereka menyoroti dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan tersebut.

Koordinator aksi, Sumarlik menyatakan bahwa keberadaan tambang ilegal telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Selain merusak lingkungan, aktivitas itu juga dinilai berpotensi memicu bencana. “Kerusakan lingkungan yang terjadi sudah sangat nyata. Kami khawatir jika ini terus dibiarkan, akan berdampak pada keselamatan warga sekitar,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia juga menyoroti kondisi Sungai Pikatan yang disebut semakin memprihatinkan akibat aktivitas penambangan. Menurutnya, perubahan kontur tanah dan aliran air berpotensi meningkatkan risiko longsor maupun banjir. Massa mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap pelaku tambang ilegal.

Mereka juga meminta Kapolres Mojokerto turun langsung ke lokasi guna melihat kondisi di lapangan. Aksi berlangsung sekitar dua jam dan berjalan tertib. Aparat kepolisian melakukan pengamanan untuk memastikan kegiatan tetap kondusif hingga massa membubarkan diri sekitar pukul 10.00 WIB.

Isu tambang ilegal di Mojokerto kini menjadi perhatian publik. Berbagai elemen masyarakat mulai aktif menyuarakan penolakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keselamatan warga di sekitar area tambang. [Mia/Red]

Tags :

Menarik Lainnya