Header Menu Detik Style

Driver Online di Mojokerto Temukan Cara Hemat: Motor Pakai LPG, Biaya Operasional Turun Drastis

Caption : Sutaryoko (49) saat menunjukkan pengisian LPG pengganti BBM untuk mobil.

MOJOKERTO (Awalan.id) – Di tengah naik-turunnya harga Bahan Bakar Ninyak (BBM), seorang driver ojek online di Kota Mojokerto punya cara tak biasa untuk menekan pengeluaran harian. Ia beralih menggunakan bahan bakar gas LPG sebagai alternatif, dan hasilnya terbilang signifikan.

Sutaryoko (49), warga Pengreman Gang 3, Kecamatan Kranggan, mengaku sudah sekitar enam bulan terakhir menggunakan LPG sebagai bahan bakar utama kendaraannya. Keputusan itu diambil demi efisiensi biaya operasional sehari-hari.

“Motivasi saya sederhana, supaya lebih irit. Dan ternyata benar, pemakaian bisa dua kali lebih hemat,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Sebelum beralih, Sutaryoko mengaku menghabiskan sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari untuk membeli BBM jenis Pertalite. Namun kini, dengan LPG, ia hanya perlu mengeluarkan sekitar Rp40 ribu untuk dua tabung gas dalam sehari.

“Kalau dulu Rp150 ribu sehari, sekarang cukup Rp40 ribu. Selisihnya jauh, bisa lebih dari dua sampai tiga kali lipat lebih hemat,” katanya.

Dalam sehari, Sutaryoko mampu menempuh perjalanan minimal 120 kilometer, bahkan bisa mencapai 150 kilometer jika melayani perjalanan luar kota. Ia menilai penggunaan LPG tetap optimal untuk jarak tempuh tersebut.
Tak hanya soal biaya, ia juga merasakan manfaat dari sisi perawatan mesin.

Menurutnya, penggunaan LPG membuat kondisi oli mesin lebih bersih dibandingkan saat menggunakan BBM. “Kalau pakai BBM biasa, oli cepat hitam. Tapi pakai LPG ini lebih jernih. Alhamdulillah juga belum pernah masuk bengkel sejak pakai ini,” ungkapnya.

Meski demikian, Sutaryoko tetap memperhatikan aspek keselamatan. Ia rutin mengecek kondisi tabung dan memastikan tidak ada kebocoran, terutama pada bagian seal karet setiap kali mengganti tabung gas.

“Keamanan itu penting. Setiap ganti tabung harus cek sealnya, pastikan tidak bocor. Itu wajib,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi kehabisan gas di jalan, ia tetap mempertahankan BBM sebagai cadangan. Kendaraannya telah dilengkapi sistem saklar yang memungkinkan perpindahan dari LPG ke BBM tanpa harus mematikan mesin, bahkan saat kendaraan melaju.

“Kalau gas habis di jalan, tinggal switch ke BBM. Tidak perlu berhenti atau matikan mesin,” jelasnya.

Inspirasi penggunaan LPG ini, kata Sutaryo, ia dapatkan dari berbagai sumber di internet, termasuk YouTube dan komunitas di media sosial. Ia juga menyebut bahwa tutorial pemasangan alat konversi cukup banyak tersedia secara online.

Pengalamannya pun semakin meyakinkan bahwa LPG bisa menjadi solusi alternatif bagi driver online untuk menekan biaya operasional di tengah tuntutan ekonomi.

“Manfaatnya sudah saya rasakan sendiri. Lebih hemat, mesin juga aman. Yang penting tetap perhatikan keamanan,” pungkasnya. [Mia/Red]

Tags :

Menarik Lainnya