MOJOKERTO (Awalan.id) – Rangkaian ibadah Pekan Suci Paskah 2026 di wilayah hukum Polsek Pacet, Polres Mojokerto, berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Pengamanan yang dilakukan secara maraton sejak Kamis Putih hingga puncak Misa Vigili Paskah mendapat apresiasi luas dari tokoh agama dan jemaat gereja di Kecamatan Pacet.
Kapolsek Pacet, AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., turun langsung memimpin pengamanan di sejumlah gereja, di antaranya Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) di Desa Kesimantengah, Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) di Desa Pacet, hingga Gereja Katolik Santa Maria.
Sejak awal, Polsek Pacet menerapkan prosedur pengamanan ketat dengan melakukan sterilisasi menyeluruh sebelum ibadah dimulai. Penyisiran dilakukan di seluruh area gereja, mulai dari mimbar, kursi jemaat, perangkat sound system, alat musik, hingga area parkir guna memastikan tidak ada benda mencurigakan.
“Kami tidak ingin ada celah sekecil apa pun. Sterilisasi fisik adalah langkah awal untuk memastikan lokasi ibadah benar-benar aman,” tegas Kapolsek Pacet, AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H, Minggu (5/4/2026).
Pengamanan juga dilakukan secara humanis. Petugas tidak hanya berjaga, tetapi juga menyapa dan menyalami jemaat yang datang, sekaligus melakukan pemeriksaan kendaraan dan barang bawaan secara persuasif. “Ini bagian dari pelayanan kami. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran Polri sebagai bagian dari keluarga besar yang peduli,” tambahnya.
Kapolsek turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus gereja dan masyarakat yang telah menjaga toleransi dan ketertiban selama perayaan berlangsung. “Ini bukti nyata sinergi antara aparat dan masyarakat. Semangat ‘Polisi Mojokerto, Polisi Rakyat’ benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.

Pada pelaksanaan ibadah Jumat Agung, sebanyak 10 personel gabungan diterjunkan, terdiri dari anggota Polsek Pacet dan Koramil Pacet, serta dibantu pengamanan internal gereja. Ibadah yang dipimpin Pendeta Hennoch Cahyono tersebut berjalan lancar hingga selesai tanpa kendala.
Sementara itu, pengamanan diperketat saat puncak Misa Vigili Paskah di Gereja Katolik Santa Maria, Sabtu (4/4/2026) malam. Sebanyak 17 personel gabungan dikerahkan, melibatkan Polri, TNI, Satpol PP, serta dukungan patroli dari unit Samapta Polres Mojokerto.
Ibadah yang dipimpin Pastur RD Ferdian dan dihadiri sekitar 200 jemaat tersebut berlangsung aman hingga selesai. Koordinasi intensif antara aparat keamanan, panitia gereja, dan jemaat menjadi kunci suksesnya pengamanan. Apresiasi pun datang dari berbagai pihak.
Pendeta Karunia Zebua dari GPDI Kesimantengah mengaku bersyukur atas dedikasi aparat keamanan selama rangkaian Pekan Suci. “Seluruh rangkaian ibadah berjalan sangat baik. Kami bisa beribadah dengan khusyuk tanpa rasa khawatir. Terima kasih kepada Polri,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan pihak Dewan Pastoral Gereja Katolik Santa Maria yang mengapresiasi kesiapsiagaan petugas dalam menjaga keamanan dan kenyamanan jemaat.
Keberhasilan pengamanan ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Mojokerto dalam menjaga kerukunan antarumat beragama serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah lereng Gunung Welirang. [Mia/Red]






