JAKARTA (Awalan.id) – Wilayah Jawa Timur diprakirakan mengalami dampak tidak langsung dari keberadaan Siklon Tropis Narelle dalam beberapa hari ke depan. Fenomena cuaca ekstrem ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan hingga memicu gelombang sedang di perairan selatan provinsi tersebut.
Siklon Tropis Narelle diketahui berkembang dari bibit siklon tropis 96P dan mencapai intensitas siklon tropis pada 17 Maret 2026. Berdasarkan analisis terbaru pada 26 Maret 2026 pukul 07.00 WIB, posisi siklon berada di wilayah Samudra Hindia bagian selatan Nusa Tenggara Barat, sekitar 1.110 kilometer sebelah selatan barat daya Pulau Sabu.
Sistem ini bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 9 knots atau sekitar 17 kilometer per jam, menjauhi wilayah Indonesia. Kecepatan angin maksimum yang tercatat mencapai 85 knots atau sekitar 155 kilometer per jam dengan tekanan minimum 954 hPa, sehingga menempatkan Narelle pada kategori 3.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus, Miming Saepudin, menjelaskan, dalam 24 jam ke depan, kekuatan siklon diprakirakan meningkat menjadi kategori 4 dengan kecepatan angin hingga 100 knots atau sekitar 185 kilometer per jam. Meskipun siklon bergerak menjauhi Indonesia, dampak tidak langsungnya tetap terasa di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur.

“Pengaruh tidak langsung yang paling dirasakan adalah peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta gelombang laut kategori sedang di wilayah perairan selatan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Awalan.id, Kamis (25/3/2026).
Selain hujan lebat, tinggi gelombang laut diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, termasuk di Samudra Hindia selatan Jawa Timur. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, nelayan, serta wisata bahari.
“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan banjir maupun longsor. Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diminta memantau perkembangan cuaca secara berkala guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi,” katanya.
Dengan pergerakan siklon yang diprediksi terus menjauhi wilayah Indonesia, dampak cuaca di Jawa Timur diharapkan bersifat sementara. Namun demikian, warga tetap disarankan mengikuti informasi resmi cuaca dan keselamatan maritim selama periode pengaruh siklon berlangsung. [Red]






