MOJOKERTO (Awalan.id) – Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi panggung pengabdian bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto. Di bawah kepemimpinan Aminuddin Ilham, organisasi wartawan ini tak hanya aktif dalam kerja jurnalistik, tetapi juga konsisten menebar kepedulian sosial dan memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.
Sejak awal Ramadan, suasana Sekretariat PWI Mojokerto di Jalan Raya Pekayon No. 99, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, tampak lebih hidup. Setiap usai salat tarawih, para anggota berkumpul mengikuti program ‘PWI Mojokerto Bertadarus’. Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kebersamaan antaranggota.
Hasilnya pun nyata. Memasuki pekan kedua Ramadan, para anggota telah dua kali mengkhatamkan Al-Qur’an. Capaian itu menunjukkan tingginya komitmen dan antusiasme dalam memaknai bulan penuh berkah. Tak hanya fokus pada internal organisasi, PWI Mojokerto juga gencar berbagi dengan masyarakat.
“Ramadan ini harus menjadi momentum perubahan. PWI Mojokerto tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga harus tumbuh secara spiritual,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk PT Athariz Building, diwujudkan melalui pembagian ratusan paket takjil gratis kepada pengguna jalan. Menurutnya, eksistensi organisasi profesi harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Karena itu, program sosial seperti ‘Jumat Berkah’ yang rutin membagikan 100 nasi bungkus setiap pekan tetap dijalankan.
“Saat bulan Ramadan seperti saar ini, Jumat Berkah kita wujudkan dalam bentuk pembagian takjil. Organisasi akan kuat jika hadir dan memberi manfaat. Kami ingin PWI Mojokerto dikenal bukan hanya karena profesinya, tetapi juga karena kepeduliannya,” tegasnya.
Langkah konsisten tersebut memperlihatkan wajah PWI Mojokerto sebagai organisasi yang dinamis dan adaptif. Tidak hanya menjadi wadah berkumpulnya insan pers, tetapi juga berperan aktif sebagai bagian dari elemen sosial yang membawa energi positif bagi Kota dan Kabupaten Mojokerto.
Ramadan kali ini pun menjadi bukti bahwa kerja jurnalistik dan pengabdian sosial dapat berjalan beriringan—menguatkan solidaritas, mempertebal keimanan, sekaligus memperluas manfaat untuk masyarakat. [Mia]






