Mojokerto (Awalan.id) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto memasang perangkat Early Warning System (EWS) di kawasan rawan bencana longsor di jalur Cangar–Pacet. Pemasangan dilakukan di Tikungan Gajah Mungkur, Kecamatan Pacet, sementara alarm EWS ditempatkan di Rest Area Sendi sebagai titik yang mudah dijangkau masyarakat.
EWS yang dipasang kali ini dilengkapi tiga sensor pendeteksi ancaman untuk memberikan peringatan lebih dini kepada pengguna jalan dan warga sekitar. Sistem tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengenali potensi bahaya dan memahami langkah-langkah darurat yang harus diambil saat kondisi mengancam keselamatan.
“Kami berharap dengan adanya sistem peringatan ini, masyarakat semakin sadar terhadap potensi bencana di wilayahnya. EWS ini akan memberikan alarm saat terdeteksi pergerakan tanah atau kondisi yang membahayakan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Senin (1/12/2025).
Respons Cepat Usai Dua Longsor Pekan Lalu
Pemasangan EWS dilakukan menyusul dua kejadian tanah longsor yang terjadi beruntun pekan lalu di jalur penghubung Mojokerto–Batu tersebut. Peristiwa pertama terjadi pada Senin (24/11/2025) pukul 14.00 WIB di Blok Kutukan Sendi, Desa Pacet. Longsor menutup seluruh badan jalan Pacet–Batu dengan panjang 15–20 meter dan ketebalan material mencapai 1,5–2 meter.

Tebing setinggi sekitar 70 meter dengan kemiringan hampir 90 derajat menyebabkan material jatuh langsung ke badan jalan dan menghambat akses kendaraan sepenuhnya. Longsor kedua terjadi pada Kamis (27/11/2025) pukul 19.00 WIB, saat hujan deras mengguyur kawasan Pacet. Material tanah kembali longsor di wilayah Gajah Mungkur, Kecamatan Pacet.
Material longsor menutup sebagian badan jalan alternatif Cangar–Pacet. Meski tidak separah kejadian pertama, longsoran tetap membahayakan pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
Antisipasi Potensi Longsor Susulan
BPBD menegaskan bahwa jalur Cangar–Pacet merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama saat intensitas hujan meningkat. Dengan EWS yang kini aktif, diharapkan peringatan dapat diberikan secara cepat untuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun korban jiwa.
“Kami akan terus memantau lokasi rawan dan melakukan evaluasi berkala, terutama selama musim hujan. Kepada pengguna jalan dihimbau untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu peringatan, dan menghindari perjalanan pada jam-jam hujan lebat jika tidak mendesak,” tegasnya. [Mia]






