Sehari Dua Warga Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah
MOJOKERTO (Awalan.id) – Dua warga ditemukan meninggal dunia di dalam rumah masing-masing di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026). Kedua korban ditemukan di lokasi berbeda, yakni di Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko, dan Desa Mlaten, Kecamatan Puri.
Ironisnya, kedua korban diketahui tinggal seorang diri. Penemuan jenazah mereka bermula dari kecurigaan tetangga yang tidak melihat aktivitas korban hingga mencium bau menyengat dari dalam rumah. Korban pertama adalah Urip, 83, warga Desa Karangkedawang, Kecamatan Sooko.
Lansia tersebut ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB, sebelum salat Jumat. Penemuan itu bermula ketika tetangga curiga karena selama tiga hari tidak melihat Urip keluar rumah. Tetangga kemudian menghubungi keponakan korban untuk memastikan kondisinya.
Saat dipanggil dari luar rumah, Urip tidak memberikan respons. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan tergeletak di lantai ruang tamu dalam kondisi meninggal dunia. Bau menyengat dari dalam rumah mengindikasikan korban kemungkinan telah meninggal lebih dari satu hari.
Saat petugas datang, ditemukan pula sejumlah obat-obatan dari dokter. Sebelumnya, Urip sempat mengeluhkan sakit. Semasa hidupnya, Urip tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal dunia. Korban tidak memiliki anak dan sehari-hari mencari nafkah dengan berjualan sate keliling hingga kawasan Pasar Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan langsung memakamkan korban. Sekitar satu jam kemudian, penemuan jenazah juga terjadi di Dusun Sambiroto, Desa Mlaten, Kecamatan Puri. Pariono ditemukan meninggal dunia di rumahnya sekitar pukul 12.00 WIB.
Kapolsek Puri, AKP Agus Setiawan menjelaskan, penemuan tersebut bermula ketika seorang tetangga pulang dari salat Jumat dan mencium bau menyengat seperti bangkai dari rumah korban. “Merasa curiga, saksi kemudian memeriksa sumber bau tersebut,” ujarnya.
Saat masuk ke dalam rumah, saksi mendapati Pariono tergeletak telentang tanpa busana dan sudah tidak bernyawa. Kejadian itu kemudian diberitahukan kepada warga lain sebelum dilaporkan melalui layanan pengaduan kepolisian 110. Petugas kesehatan dari puskesmas yang datang ke lokasi selanjutnya memastikan korban telah meninggal dunia.
“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir serta membuat surat pernyataan menolak dilakukan autopsi,” katanya.
Pariono diketahui telah lama tinggal seorang diri meski memiliki anak. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, korban terkadang mengamen atau meminta makan kepada keluarga maupun tetangga. Pihak keluarga menyatakan menerima kematian Pariono dan tidak akan menuntut siapa pun, baik secara perdata maupun pidana. [Mia/Red]


