Polsek Puri Bongkar Arena Diduga Sabung Ayam di Kenanten, Tindak Lanjuti Laporan Warga

MOJOKERTO (Awalan.id) – Polsek Puri, Polres Mojokerto membongkar arena yang diduga digunakan sebagai lokasi perjudian sabung ayam di Dusun Sumbergayam, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (4/7/2026). Pembongkaran dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110.

Kapolsek Puri AKP Agus Setiawan mengatakan, pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti informasi adanya aktivitas perjudian sabung ayam di wilayah tersebut. Bersama sejumlah anggota, ia mendatangi lokasi sekitar pukul 13.40 WIB.

“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, tidak ditemukan adanya aktivitas perjudian sabung ayam. Para pelaku diduga telah meninggalkan lokasi sebelum petugas tiba,” ujarnya.

Meski tidak menemukan aktivitas perjudian maupun pelaku di lokasi, petugas tetap membongkar arena yang diduga digunakan sebagai tempat sabung ayam. Pembongkaran dilakukan menggunakan gergaji mesin dengan disaksikan Kepala Desa Kenanten, Kepala Dusun Sumbergayam, perangkat desa, serta warga setempat.

Selain membongkar rangka arena, petugas juga merobohkan atap yang terbuat dari terpal agar lokasi tersebut tidak lagi digunakan sebagai sarana perjudian. Kegiatan pembongkaran berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WIB dan berjalan aman serta kondusif.

“Ini bukan kali pertama kami melakukan penertiban di lokasi tersebut. Kami akan terus melakukan patroli dan pengawasan bersama instansi terkait agar praktik perjudian sabung ayam tidak kembali terjadi,” tegasnya.

Ke depan, Polsek Puri akan meningkatkan patroli gabungan bersama TNI dan Satpol PP, khususnya pada akhir pekan, untuk mengantisipasi munculnya kembali aktivitas perjudian. Selain itu, jajaran Reskrim akan berkoordinasi dengan Polres Mojokerto guna melakukan penindakan hukum apabila ditemukan pelaku perjudian.

Polsek Puri juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas perjudian maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya. Warga diminta tidak bertindak sendiri demi menghindari potensi benturan dengan para pelaku. [Mia/Red]