Kemenag Mojokerto Soroti Fenomena LGBT, Remaja Diminta Aktif Kampanyekan BRUS di Media Sosial
Mojokerto (Awalan.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto Muttakin menyoroti menurunnya angka pernikahan di Kabupaten Mojokerto dalam tiga tahun terakhir. Salah satu faktor yang disebut menjadi penyebabnya adalah semakin maraknya fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) di kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di MAN 2 Mojokerto. “Jumlah penduduk usia nikah secara logika terus meningkat, tetapi angka pernikahan justru menurun. Salah satu penyebabnya karena mereka sudah asyik dengan cinta sesama jenis sehingga tak perlu menikah,” ungkap Muttakin dalam sambutannya.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama agar para remaja tidak terpengaruh oleh fenomena LGBT yang dinilai semakin terbuka di lingkungan generasi muda. Dalam kesempatan itu, Muttakin juga meminta para pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) untuk aktif menyebarluaskan materi BRUS kepada seluruh siswa di MAN 2 Mojokerto.
“Hati-hati, jangan sampai menormalisasi LGBT. Saya minta kepada Ketua OSIM untuk melakukan diseminasi dan sosialisasi BRUS kepada semua siswa pengurus OSIM karena tidak semua siswa dapat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung.

Selain sosialisasi secara langsung, Muttakin juga mendorong para siswa memanfaatkan media sosial (medsos) sebagai sarana edukasi bagi kalangan remaja. la secara khusus meminta pengurus OSIM membuat konten TikTok terkait BRUS agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima generasi Z.
“Gen Z lebih nyambung dengan konten-konten di TikTok. Kalian lebih paham urusan teknisnya. Saya hanya minta apa yang dipelajari hari ini bisa tersampaikan ke siswa yang lain,” ujarnya.
Kegiatan BRUS tersebut digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mojokerto sebagai upaya memberikan edukasi kepada remaja usia sekolah terkait kehidupan remaja, pergaulan, serta persiapan menuju kehidupan berkeluarga yang sehat dan bertanggung jawab. [Mia/Red]
Berita Terkait
