Mojokerto (Awalan.id) – Tiga warga tersengat aliran listrik saat menghadiri kegiatan pengajian dan sholawatan di halaman Musholla Wakaf Darun Na’im, Dusun Gedeg Wetan, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Jumat (22/5/2026) malam. Dari insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Korban meninggal diketahui bernama PFN (27) warga Lingkungan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Sementara dua korban lainnya, yakni S (65) warga Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto dan MRAF (25) warga Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Peristiwa itu terjadi saat kegiatan Halal Bihalal dan menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H yang digelar oleh takmir musholla setempat. Acara dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan penampilan sholawatan dan banjari di atas panggung. Namun saat acara berlangsung, kondisi cuaca diketahui tengah diguyur hujan deras.
Sekitar pukul 20.05 WIB, suasana mendadak panik setelah terdengar teriakan minta tolong dari arah samping panggung karena ada warga tersengat listrik. Ketiga korban kemudian dievakuasi warga menuju RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg. Satu diantaranya yang merupakan operator video streaming dinyatakan meninggal dunia.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota, Ipda Jinarwan mengatakan, satu korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis. “Korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit, sedangkan satu korban lainnya masih menjalani perawatan,” ungkapnya, Sabtu (23/5/2026).
Usai kejadian, Tim Inafis Polres Mojokerto Kota melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban di RSUD RA Basoeni. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kabel audio dari lokasi kejadian.
Sementara pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dalam dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
“Diduga sengatan listrik berasal dari stop kontak atau kabel yang basah akibat terkena air hujan saat acara berlangsung. Diduga arus listrik merambat ke meja operator yang berada di dekat korban. Korban meninggal diketahui merupakan operator video streaming pada kegiatan tersebut,” jelasnya.
Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan di Tempar Pemakanan Umum (TPU) Lingkungan Sentanan, Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto. Sementara dua korban selamat masih menjalani perawatan di RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. [Mia/Red]






