MOJOKERTO (Awalan.id) – Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum penuh makna bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto. Memasuki hari ketujuh tadarus Al-Qur’an, para jurnalis ini berhasil menuntaskan 30 juz atau khatam Al-Qur’an hanya dalam waktu sepekan.
Kegiatan tadarus digelar rutin setiap malam usai salat tarawih di Sekretariat PWI Mojokerto Jalan Raya Pekayon Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Suasana khusyuk dan penuh kebersamaan tampak mewarnai lantunan ayat suci yang dibaca secara bergiliran oleh para peserta.
Tak hanya diikuti anggota PWI Mojokerto, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari rekan-rekan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) serta para alumni santri yang turut bergabung. Kolaborasi lintas komunitas jurnalis ini menjadi warna tersendiri dalam mengisi bulan suci.
Ketua PWI Mojokerto, Aminuddin Ilham mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menuntaskan 30 juz dalam sepekan menjadi penyemangat untuk terus istiqomah hingga akhir Ramadan. “Alhamdulillah, dalam waktu sepekan kita sudah berhasil menuntaskan 30 juz,” Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, hal tersebut menjadi penyemangat bagi anggota PWI Mojokerto untuk terus istiqomah hingga akhir Ramadan. Ia menambahkan, tadarus bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan ajakan bagi seluruh anggota untuk memanfaatkan waktu luang selama Ramadan dengan kegiatan positif dan bernilai ibadah.
“Melalui tadarus Al-Qur’an ini, kami ingin meningkatkan keimanan dan memperkuat kebersamaan antaranggota di bulan yang penuh berkah ini,” tambahnya.
Tak berhenti pada kegiatan spiritual, PWI Mojokerto juga menghidupkan kembali program sosial Jumat Berkah. Dalam waktu dekat, PWI Mojokerto akan membagikan takjil kepada para pengguna jalan di depan Sekretariat PWI Mojokerto Raya, Jalan Pekayon Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Langkah ini menjadi bukti bahwa Ramadan tak hanya dimaknai sebagai penguatan spiritualitas, tetapi juga kepedulian sosial. Melalui tadarus dan aksi berbagi, para wartawan di Mojokerto menunjukkan bahwa pena dan kepedulian dapat berjalan beriringan, menghadirkan keberkahan bagi sesama. [Mia]






