JAWA TIMUR (Awalan.id) – Timur diprakirakan mengalami cuaca yang didominasi awan dengan potensi hujan disertai petir pada Kamis 5 Februari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Berdasarkan rilis resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika?BMK Juanda, pada pagi hari cuaca di wilayah Jawa Timur diprakirakan cerah berawan dengan peluang hujan petir. Memasuki siang hingga sore hari, kondisi berawan tebal dan masih berpotensi terjadi hujan petir di sejumlah daerah.
Sementara itu, pada malam hari cuaca diprakirakan berawan tebal dengan peluang hujan ringan. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi pada dini hari, yakni berawan dan berpotensi hujan ringan. Adapun suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 13 hingga 32 derajat Celsius.
Dengan tingkat kelembapan udara mencapai 58 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 5 hingga 52 kilometer per jam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan, mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

“Masyarakat dihimbau untuk was caspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, dan pohon tumbang, terutama saat hujan petir dan angin kencang terjadi,” ujar Agen Informasi Bencana, BPBD Jawa Timur, Achmad Kurniawan.
Dengan adanya potensi hujan petir hampir sepanjang hari, BPBD Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Pastikan saluran air di lingkungan sekitar tetap bersih untuk meminimalisir genangan..
“Kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi dari BMKG dan laporan kebencanaan dari BPBD setempat. BPBD Jawa Timur telah menyiapkan personel serta peralatan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem,” katanya.
Masyarakat diharapkan segera melapor kepada aparat desa atau petugas setempat apabila terjadi kondisi darurat. Dengan kondisi cuaca yang dinamis, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. [Red]






