Header Menu Detik Style

Prakiraan Cuaca Jawa Timur 9 Juni 2026 : Didominasi Cerah Berawan, Waspadai Kabut dan Udara Kabur

Caption : Ilustrasi langit cerah berawan.

JAWA TIMUR (Awalan.id) – Cuaca di wilayah Jawa Timur pada, Selasa 9 Juni 2026 diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi kabut, asap, dan udara kabur yang dapat mengurangi jarak pandang, terutama pada pagi dan malam hari.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, pada pagi hari cuaca di Jawa Timur diperkirakan cerah dengan peluang terjadinya kabut atau asap. Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cuaca umumnya cerah berawan dengan potensi udara kabur di sejumlah wilayah.

Sementara itu, pada malam hari cuaca diprakirakan cerah berawan dengan peluang munculnya kabut atau asap. Kondisi berawan diperkirakan terjadi pada dini hari yang juga berpotensi disertai kabut atau asap.

BMKG mencatat suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 9 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 42 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan antara 5 hingga 33 kilometer per jam.

Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya pengguna jalan pada waktu pagi dan malam hari ketika potensi kabut meningkat.

“Meskipun cuaca secara umum cukup kondusif dan tidak ada potensi hujan signifikan, masyarakat perlu mewaspadai adanya kabut maupun udara kabur yang dapat mengurangi jarak pandang. Pengendara diharapkan lebih berhati-hati dan menyalakan lampu kendaraan saat melintas di wilayah yang berkabut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca yang cenderung panas pada siang hari. Dengan suhu maksimum yang dapat mencapai 34 derajat Celsius, warga disarankan mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mengurangi aktivitas berat di bawah paparan sinar matahari langsung.

“Perbedaan suhu yang cukup ekstrem antara wilayah dataran tinggi dan rendah juga perlu menjadi perhatian. Masyarakat di daerah pegunungan agar tetap menjaga kesehatan karena suhu minimum bisa mencapai 9 derajat Celsius,” katanya.

BPBD Jawa Timur terus memantau perkembangan cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG untuk menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh perubahan kondisi cuaca. [Red]

 

Tags :

Menarik Lainnya