JAWA TIMUR (Awalan.id) – Masyarakat di wilayah Jawa Timur diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada Selasa, 7 Maret 2026. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, hujan petir berpeluang terjadi sejak pagi hingga sore hari di sejumlah daerah.
Pada pagi hari, cuaca diperkirakan cerah berawan namun tetap berpotensi disertai hujan petir. Kondisi serupa berlanjut pada siang hingga sore hari, di mana hujan petir diprediksi masih dapat terjadi di beberapa wilayah. Memasuki malam hari, cuaca cenderung berawan dengan peluang hujan ringan.
Sementara pada dini hari, kondisi kembali cerah berawan dengan potensi hujan ringan. Rentang suhu udara di Jawa Timur berada di kisaran 14 hingga 33 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan antara 55 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan 5 hingga 19 kilometer per jam.

Agen Informasi Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak yang bisa ditimbulkan dari cuaca tersebut, seperti genangan air, angin kencang, hingga potensi pohon tumbang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Jika terjadi hujan petir, sebaiknya segera mencari tempat yang aman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan agar warga terus memantau informasi cuaca terkini serta mengikuti arahan dari pihak berwenang guna meminimalisir risiko bencana. Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. [Red]





