Header Menu Detik Style

Pemuda di Jatirejo Mojokerto Ditemukan Tewas Tergantung, Jasad Tinggal Tengkorak

Caption : Sejumlah relawan mengevakuasi jasad korban.

MOJOKERTO (Awalan.id) – Seorang pemuda bernama Ahmad Fatoni (23) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Dusun Jasem, Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (5/3/2026). Korban ditemukan dalam kondisi tergantung menggunakan tali tambang di ruang tengah rumahnya.

Kapolsek Jatirejo AKP Agus Setiawan mengatakan, penemuan jasad korban bermula dari laporan perangkat desa kepada pihak kepolisian sekitar pukul 15.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh pamannya, Khoiron, yang datang ke rumah korban atas permintaan ayahnya, Soleh.

“Kedatangan sang paman untuk memastikan kondisi korban yang sudah cukup lama tidak terlihat oleh warga sekitar. Setelah dicek di dalam rumah, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung di ruang tengah. Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah tidak dapat dikenali karena diduga telah meninggal cukup lama,” ujarnya.

Bahkan, kondisi tubuh korban sudah tinggal tengkorak. Identitas korban kemudian dipastikan oleh kakaknya melalui ciri gigi yang tidak rata. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui sudah tidak terlihat oleh warga sejak awal puasa Ramadan atau sekitar pertengahan Februari lalu.

“Selama ini, korban tinggal sendirian di rumah tersebut dan belum menikah.
Sementara orang tuanya sedang sakit dan tinggal di rumah saudara. Menurut keterangan keluarga, korban sempat mengalami depresi. Jika diajak berbicara sering melantur,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, anggota Polsek Jatirejo bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto serta petugas Puskesmas Jatirejo langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan. Keluarga sudah mengidentifikasi korban dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Pihak keluarga menolak autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” tegasnya. [Mia]

Tags :

Menarik Lainnya