MOJOKERTO (Awalan.id) – Aktivitas masyarakat yang meningkat pada malam hari selama bulan suci Ramadan turut memicu potensi aksi balap liar, terutama pada akhir pekan. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mojokerto memperketat patroli di sejumlah titik rawan.
Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Yogie Pratama menegaskan bahwa penanganan balap liar menjadi atensi pimpinan, baik di tingkat pusat maupun Polda Jawa Timur. Oleh karena itu, patroli rutin digelar pada jam-jam rawan, khususnya dini hari saat akhir pekan.
“Setiap hari tetap ada patroli dialogis dan patroli malam itu pasti ada. Namun mengaca dari tahun-tahun sebelumnya, yang rawan itu biasanya Jumat malam, Sabtu malam, dan Minggu malam,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia menyebutkan, terdapat tiga lokasi yang menjadi fokus pengawasan, yakni kawasan Pacing Bangsal, Domas Trowulan, dan Jalan RA Basuni Sooko. Di titik-titik tersebut, personel gabungan dari Satlantas, Satsabhara, serta polsek jajaran dikerahkan untuk melakukan patroli rutin maupun pengamanan.
Patroli skala besar bersama Polres dan Polsek juga telah digelar pada Sabtu (21/2/2026) dan Minggu (22/2/2026) lalu. Operasi tersebut membuahkan hasil dengan diamankannya puluhan kendaraan dan pemuda yang diduga terlibat balap liar. Pada Sabtu pagi, petugas menyita 17 kendaraan.

Sementara pada Minggu pagi, sebanyak 21 kendaraan kembali diamankan. Secara keseluruhan, terdapat 37 pemuda yang turut diamankan dalam operasi tersebut. Seluruh kendaraan yang disita dikenai sanksi tilang karena tidak dilengkapi dokumen yang sah. Selain itu, banyak kendaraan yang telah dimodifikasi dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
“Kendaraan bisa diambil setelah proses sidang di Pengadilan Negeri Mojokerto usai Lebaran. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto untuk proses penyerahan barang bukti,” jelasnya.
Ia menambahkan, kendaraan hanya dapat dikembalikan apabila surat-suratnya lengkap dan kondisinya telah dikembalikan sesuai spesifikasi standar. Kebijakan ini diterapkan sebagai efek jera bagi para pelaku. Satlantas Polres Mojokerto juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua.
“Kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya selama Ramadan. Kami mengimbau agar tidak terlibat balap liar karena sangat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya. [Mia]






