Header Menu Detik Style

Mt Lorokan, Destinasi Wisata Pendakian Keluarga dengan Pesona Alam Lengkap

Caption : Para pendaki di Mt Lorokan Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (Awalan.id) – Sejak resmi dibuka pada 2019, jalur pendakian Mt Lorokan di Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini semakin populer dan menjadi magnet bagi para pencinta alam. Setiap akhir pekan, antara 600 hingga 800 pendaki memadati jalur pendakian di 1.100 mdpl (meter di atas permukaan laut) tersebut.

Penggagas jalur pendakian Mt Lorokan, Alwi menjelaskan bahwa konsep jalur ini memang sengaja dibuat ramah keluarga. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun bisa menikmati sensasi mendaki dengan jalur yang disesuaikan tingkat kesulitannya. “Dari awal kami ingin Lorokan jadi pendakian semi wisata keluarga. Jadi tidak hanya mendaki, tapi juga bisa rekreasi,” ungkapnya, Minggu (28/9/2029).

Ada sumber air, kafe, air terjun, sampai spot melihat gunung-gunung sekitar seperti Penanggungan, Welirang, dan Arjuno. Malam hari bisa melihat city light yang indah. Para pendaki datang dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan mancanegara, meski mayoritas tetap didominasi pendaki lokal Jawa Timur.

Perjalanan dimulai dari basecamp dengan suasana sejuk khas perbukitan. Di sepanjang jalur, pendaki disuguhi pemandangan tanaman kopi yang tumbuh rapi. Jika beruntung, mereka bisa menjumpai monyet dan tupai yang melintas di pepohonan. Keunikan lain ada pada nama-nama track yang diberi sentuhan humoris.

Seperti Tanjakan Manja hingga Tanjakan Raisa. Nama terakhir konon muncul karena saat awal dibuka, ada seorang anak kecil bernama Raisa yang berhasil menaklukkan tanjakan tersebut. Pendakian yang terbilang ringan ini semakin menarik karena fasilitasnya cukup lengkap.

Tiket masuk dipatok Rp15 ribu, termasuk voucher yang bisa ditukar dengan makanan atau minuman di kafe. Bagi yang ingin berkemah, tersedia pula penyewaan peralatan camping dengan harga Rp70 ribu di Pos 1 hingga Rp100 ribu di area puncak.

“Konsep kami adalah semua kalangan bisa menikmati pendakian ini. Jadi bukan hanya yang hobi mendaki, tapi juga keluarga yang ingin berwisata alam. Sejak satu tahun terakhir, Mt Lorokan kian ramai dikunjungi wisatawan, khususnya weekend,” katanya.

Sistem pengelolaannya pun dengan skema bagi hasil, yakni 60 persen untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan 40 persen untuk Perhutani. Dengan segala daya tariknya, Mt Lorokan kini bukan hanya jalur pendakian biasa, melainkan destinasi wisata alam yang menyatukan keindahan, edukasi, dan kebersamaan keluarga. [Mia]

Tags :

Menarik Lainnya