MOJOKERTO (Awalan.id) — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam RI), Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Sabtu (14/2/2026), untuk memberikan pengarahan terkait stabilitas keamanan sekaligus mempererat silaturahmi.
Kunjungan ke pesantren yang diasuh KH Asep Syaifudin Chalim ini dihadiri jajaran Forkopimda serta tokoh masyarakat Kabupaten Mojokerto. Pertemuan di Gedung Putih Serba Guna Graha Afia berlangsung hangat namun sarat pesan strategis bagi pembangunan daerah.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menyampaikan bahwa kehadiran Menko Polkam menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, hal tersebut merupakan bukti perhatian pemerintah pusat kepada daerah.
“Kami berkomitmen menjaga Kabupaten Mojokerto tetap aman, nyaman, dan kondusif. Kondisi keamanan di Kabupaten Mojokerto selama ini terkendali berkat soliditas antarinstansi dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Stabilitas tersebut memungkinkan roda ekonomi dan pelayanan publik berjalan tanpa gangguan berarti.
Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga oleh persatuan seluruh elemen masyarakat. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pembangunan,” tegasnya.
Ia juga memuji capaian pertumbuhan ekonomi Mojokerto yang melampaui rata-rata nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus dijaga dengan memperkuat stabilitas politik, keamanan, dan sosial. Selain isu keamanan, Menko Polkam mengingatkan pentingnya kesadaran lingkungan.
“Kabupaten Mojokerto memiliki banyak kawasan perbukitan yang rawan bencana apabila terjadi kerusakan alam. Menjaga alam sama dengan menjaga masa depan kita sendiri,” pesannya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Syaifudin Chalim mengajak seluruh unsur masyarakat untuk tetap bersatu dan mendukung program pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa persatuan bangsa merupakan modal utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan makmur.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga negeri ini tetap damai,” tuturnya.
Pertemuan di Pacet tersebut tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan daerah. [Mia]






