Mojokerto (Awalan.id) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar kegiatan Fashion Show dan Tasyakuran dalam rangka peringatan Hari Pahlawan serta Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia ke-1 Tahun 2025. Acara yang berlangsung di halaman belakang lapas tersebut juga dihadiri UPT Pemasyarakatan Korwil Bojonegoro, yakni Kepala Lapas Lamongan, Bojonegoro, Jombang, dan Tuban.
Sebanyak 10 kamar blok tahanan menampilkan kreativitas warga binaan melalui peragaan busana dan drama pendek bertema kepahlawanan. Di tengah keterbatasan ruang dan fasilitas, para warga binaan menciptakan kostum serta pernak-pernik secara mandiri untuk ditampilkan. Suasana penuh gelak tawa kerap pecah saat drama berlangsung, membuat kegiatan semakin meriah.
Kreativitas Tanpa Batas di Balik Tembok Lapas

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jawa Timur, Kadiyono mengapresiasi inovasi yang ditunjukkan warga binaan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, namun juga sarana edukasi dan pembinaan kepribadian.
“Dalam rangka Hari Pahlawan diselenggarakan fashion show dan drama singkat tentang epik kepahlawanan. Ini cukup inovatif dan memberi hiburan bagi kita semua khususnya warga binaan. Bahwa di Lembaga Pemasyarakatan kreativitas tanpa batas itu nyata,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Ia menegaskan, pembinaan yang diberikan lapas tidak hanya berfokus pada kemandirian, tetapi juga pembentukan karakter agar warga binaan siap kembali ke masyarakat. Ia berharap publikasi kegiatan dapat memperluas informasi bahwa pemasyarakatan hadir memberikan layanan dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Harapannya setelah keluar dari lembaga ini mereka bisa menyampaikan kepada keluarganya dan masyarakat bahwa pemasyarakatan memberikan pembinaan untuk menjadi manusia yang lebih baik. Kalau ini terpublikasikan secara masif, insya Allah yang baik akan didengar dan yang kurang baik bisa terus diperbaiki,” katanya.

Bangun Kebersamaan di Dalam Lapas
Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud hiburan sekaligus penguatan mental bagi warga binaan. Rudi menyebutkan, saat ini terdapat 914 warga binaan yang menempati Lapas Kelas IIB Mojokerto.
“Ini kami laksanakan sebagai sarana hiburan kepada warga binaan. Kami ingin menciptakan situasi yang harmonis, mengutamakan gotong royong dan kebersamaan. Lapas Mojokerto secara rutin menggelar kegiatan internal yang melibatkan seluruh warga binaan, termasuk sarapan bareng dengan menu khas seperti nasi padang, pecel, hingga nasi kucing,” katanya.
Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan antarwarga binaan dan petugas. Acara Fashion Show dan Tasyakuran tersebut ditutup dengan suasana hangat, menggambarkan bahwa pembinaan pemasyarakatan dapat berjalan kreatif dan humanis meski dalam lingkungan terbatas. [Mia]






